Tanjungpinang, Kepri – Beritainvestigasi.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Tanjungpinang di Batu 18 terus melakukan pembenahan guna meningkatkan pelayanan dan pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Meski kerap mendapat sorotan negatif, lapas ini berkomitmen untuk menghadirkan perubahan positif melalui berbagai inovasi, (19/3/2025)
Salah satu langkah yang dilakukan selama bulan Ramadan adalah pemberian tambahan jam besuk bagi keluarga WBP. Kebijakan ini bertujuan memberikan kesempatan lebih luas bagi keluarga untuk bersilaturahmi dan memberikan dukungan moral kepada para warga binaan selama menjalani masa pembinaan. Selain itu, lapas juga berencana menggelar acara buka puasa bersama antara WBP dan keluarga mereka.
Kepala Lapas Narkotika Tanjungpinang, Bejo, Amd.I.P., S.H., M.H., Melalui Humasnya Muhammad Kurniadi saat di temui awak media beritainvestigasi.com pada 18/3/25 siang, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pembinaan kepribadian warga binaan. “Kami ingin menghadirkan suasana Ramadan yang lebih bermakna bagi para WBP. Dengan adanya buka puasa bersama, mereka dapat merasakan kebersamaan dengan keluarga, meskipun masih menjalani masa pembinaan,” ujarnya.
Namun, keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi tantangan tersendiri dalam menjalankan program ini. Bejo mengungkapkan bahwa pihaknya menyiasati kondisi ini dengan mengatur jadwal jaga secara bergilir agar layanan tetap optimal. “Kami menyadari SDM kami terbatas, namun kami tetap berupaya agar pelayanan kepada WBP tetap berjalan dengan baik tanpa mengabaikan keamanan,” tambahnya.
Humas Lapas Narkotika Tanjungpinang juga menjelaskan bahwa selama bulan Ramadan, berbagai program pembinaan keagamaan akan semakin ditingkatkan. “Kami ingin Ramadan ini menjadi momen bagi para WBP untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Selain buka puasa bersama, kami juga mengadakan kajian keagamaan, tadarus Al-Qur’an, serta salat tarawih berjamaah,” ujar perwakilan Humas.
Dengan berbagai program ini, diharapkan suasana Ramadan di Lapas Narkotika Tanjungpinang menjadi lebih kondusif dan penuh makna, serta dapat memberikan dampak positif bagi para warga binaan dalam menjalani proses pembinaan mereka.
(A. Ridwan)









