oleh

Laut Tercemar , Mahasiswa Asal Kecamatan Belakang Padang Mendesak

Batam – Beritainvestigasi.com. Suatu musibah yang kerap terus menimpa kecamatan Belakang Padang terjadi kembali. Sabtu pagi, 16 November 2019 perairan Kecamatan Belakang Padang kembali disulap menjadi lautan limbah oil. Namun yang peliknya, kejadian seperti ini tidak pernah terungkap pelakunya & dari pihak mana oknum tersebut. Pencemaran ini jelas sangat mengganggu ekosistem khusus nya habitat laut.

Karena secara umum, minyak merupakan campuran yang kompleks, mengandung hidrokarbon jenuh bertitik didik rendah dan cepat larut dalam air. Saat minyak tumpah ke perairan, minyak tersebut dapat terapung, tenggelam larut dan menguap di perairan. Saat minyaknya terapung, penyebaran akan lebih luas karena dipengaruhi oleh arus dan angin, sedangkan minyak yang mengendap akan menutupi sedimen dasar perairan. Kehadiran minyak akan menggangu ekosistem laut karena:
a). Kehadiran minyak dapat menutupi lapisan permukaan air, sehingga merusak ganggang dan plankton sehingga pembiakannya terhambat.
b).  Lapisan minyak yang tebal dapat menghambat proses respirasi dan fotosintesa alamiah
c). Komponen minyak yang dapat larut memungkinkan timbulnya prosesperacunan secaralangsung terhadap organisme yang hidup dilaut
d). Komponen yang mengendap akan menutupi sedimen dasar perairan, sehingga bisa mengganggu khidupan organisme dasar perairan.
Serta Terumbu karang juga akan mengalami efek letal dan subletal oleh kehadiran minyak dilaut, komponen yang mengendap akan menutupi permukaan karang sehingga secara langsung menyebabkan kematian atau secara tidak langsung mengganggu proses rerspirasi dan fotosintesa hewan zoozenthela pada karang hingga meyebabkan kematian dalam jumlah besar.  Pemulihannya memakan waktu lama dikarenakan kompleksitas dari komunitasnya.

Dari sini, sudah sangat jelas sangat mengganggu ekosistem khususnya habitat laut. Selain itu juga bisa berpengaruh pada perekonomian masyarakat yang mayoritas pekerjaan nya hanyalah sebagai nelayan.
Maka dari itu, kami atas nama Himpunan Mahasiswa Belakang Padang yang berada di Kota Tanjungpinang. Meminta & mendesak kepada pemerintah, polresta barelang, & khusus nya Dinas Lingkungan Hidup bisa secara serius dalam menyelesaikan hal ini.
Agar masyarakat tidak terbebani dan kejadian ini tidak lagi terjadi di kemudian hari.

( Red )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed