
Pematangsiantar, Sumatera Utara–Beritainvestigasi Proyek pembangunan saluran air (drainase) di desa Tanjungpinggir, Tepatnya di depan MBK Kelurahan Tanjungpinggir, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar menuai sorotan. Pasalnya, pekerjaan yang menyerap anggaran pemerintah senilai Rp 190 Juta Lebih itu diduga dikerjakan asal-asalan tanpa memperhatikan mutu dan kualitas bangunan.
Dari pantauan awak media ini di lokasi, Rabu (17/12/2025) sekitar pukul 09.WIB, didapati struktur bangunan tidak rapi selain itu didapati juga tembok (badan Daraise) mengalami retakan dibeberapa titik padahal diketahui drainase tersebut baru hitungan hari usai dikerjakan.
Salah seorang warga yang ditemui dilokasi, yang enggan menyebut namanya saat dimintai keterangannya mengaku kecewa dengan hasil pekerjaan drainase tersebut
“Kalau dilihat begini hasilnya, jelas tidak akan bertahan lama. Kayak ginikan hasilnya seperti dikerjakan asal jadi kan ? ” ungkapnya sembari tersenyum tipis
Dengan melihat kondisi drainase dilapangan dinilai pengerjaan proyek tersebut tidak melalui pengawasan yang ketat dari pihak- pihak terkait atau sengaja dilakukan pembiaran ?
Publik berharap dinas terkait segera turun ke lapangan untuk memeriksa kualitas pekerjaan dan menindak tegas pihak pelaksana jika terbukti melakukan pelanggaran teknis.
” Uang rakyat jangan dihambur-hamburkan untuk proyek asal jadi. Harus ada tanggung jawab dari pelaksana dan pengawas.” Pinta warga untuk disampaikan kepada Wesly Silalahi Selaku Walikota Pematangsiantar
Hingga berita ini terbit, awak media ini masi burapaya mengkonfirmasi pihak pelaksana proyek guna dimintai keterangannya, Demikian halnya Dinas PUTR Kota Pematangsiantar. (Red)









