Marak Penyelundupan Impor Pakaian Bekas, Kapolri : Jika Ada, Tindak Tegas

Jakarta, Nasional349 Dilihat

Jakarta – Beritainvestigasi.com. Presiden Republik Indonesia, Ir. H .Joko Widodo (Jokowi) perintahkan Kapolri dan pihak terkait agar segera menertibkan maraknya impor pakaian bekas (Thrifting) atau pakaian ‘Monza’ sebutan di Sumatera Utara. Menurut Presiden, hal tersebut mengganggu Industri tekstil dalam Negeri. Presiden Jokowi pun telah menginstruksikan jajaran terkait untuk mengusut serta mencari akar permasalahan dari maraknya impor pakaian bekas yang masuk ke Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Dirinya telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran Kepolisian untuk mencari akar masalah serta melakukan pemeriksaan terkait dengan maraknya penyelundupan pakaian bekas impor melalui beberapa titik Pelabuhan di Tanah air.

“Terkait dengan instruksi Bapak Presiden, Saya sudah instruksikan kepada jajaran untuk dilakukan pemeriksaan,” kata Sigit kepada Wartawan, di Jakarta, Minggu (19/03/2023).

Sigit menegaskan, apabila dalam pemeriksaan nanti diketemukan adanya praktik penyelundupan, maka pihak Kepolisian tidak akan segan melakukan tindakan tegas terhadap siapapun.

“Kalau nanti kedapatan ditemukan ada penyelundupan yang memang itu dilarang Pemerintah, Saya minta untuk ditindak tegas,” pungkas Jenderal Sigit.

Tindakan tegas tersebut, kata Sigit merupakan komitmen dari Jajaran Polri dalam rangka mengawal dan mengamankan seluruh program kebijakan Pemerintah dalam rangka mempertahankan pertumbuhan ekonomi di dalam Negeri. Dimana, salah satunya adalah menjaga pasar domestik.

“Kita jajaran dari institusi Polri harus betul-betul bisa mengawal apa yang menjadi kebijakan Presiden,” ucap Sigit.

Sebelumnya, Polri menyatakan bahwa pihaknya menggandeng Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Bea Cukai untuk melakukan pencegahan bisnis pakaian bekas impor.

“Polri bersama Kementerian Perdagangan dan Ditjen Bea Cukai dalam mencegah bisnis pakaian bekas impor,” kata Karopenmas Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Jakarta, Rabu (15/03/2023) lalu.

Ramadhan memastikan, Polri siap untuk bekerja sama, bersinergi dengan Stakeholder terkait yaitu Kementerian Perdagangan dan Bea Cukai. Lebih dalam, Ramadhan menyebut, Bareskrim Polri juga sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencegah bisnis pakaian bekas impor tersebut.

“Upaya ini tentu akan menyesuaikan dengan peraturan perundang -undangan yang berlaku,” ujar Brigjend Ramadhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *