Rokan Hulu, Riau – Beritainvestigasi.com. Puluhan Massa dari Koalisi Masyarakat Anti Korupsi (KOMPAK) menggeruduk Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau, Senin (12/06/2023) pagi.
Massa Kompak yang terdiri dari Gabungan Aktivis, Insan Pers dan LSM ini menggelar aksi unjuk rasa (demonstrasi) di Kantor Kejari Rohul dipicu lambannya penanganan sejumlah Kasus/Perkara dugaan Korupsi, Pupuk Subsidi, Pungli di sekolah-sekolah dan lainnya di wilayah Hukum Rohul.
Para Demonstran mempertanyakan perkembangan penanganan serta kepastian hukum sejumlah kasus korupsi yang terkesan mandek alias jalan di tempat yang melibatkan Oknum Kepala Desa dan pihak lainnya.
Kordinator Aksi, Rian Alfian dan Miswan mengatakan, ada beberapa perkara korupsi yang dinilai lamban penanganannya oleh Kejari Rohul. Salah satunya, penanganan dugaan korupsi Tanah Kas Desa (TKD) atau Kebun Kas desa di Desa Kepenuhan Raya.
“Sejak bulan September kasus ini sudah naik ke penyidikan, tapi sampai sekarang kasus ini belum jelas penanganannya,”sebut Alfian Tob saat menjadi Orator Aksi Damai.
Alfian menegaskan, upaya massa mempertanyakan progres kasus ini bukan untuk mendiskreditkan Pihak Kejari Rohul, melainkan bentuk dukungan terhadap Kejari Rohul.
“Kami datang untuk mempertanyakan sejauh mana keseriusan pihak Kejari Rohul untuk menangani kasus-kasus dugaan korupsi di Rohul, bukan untuk menyudutkan, tapi, Kami mendukung pihak Penegak Hukum untuk segera menuntaskan kasus-kasus yang sedang ditangani Kejari Rohul demi kepastian hukum,” tegas Alfian lantang.
Hal senada, juga disampaikan oleh Miswan dari LSM Korek dan H. Sihombing dari LSM Penjara saat orasi atau menyampaikan tuntutan secara bergilir.

Oknum LSM minta kasus ditutup
Setelah lebih satu jam melakukan orasi , kemudian Perwakilan Demonstran diperkenankan bertemu langsung dengan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Rohul, Fajar Haryowimbuko, S.H, M.H. Dalam pertemuan singkat itu, Kajari Rohul menjelaskan bahwa, penanganan kasus tersebut masih berproses.
“Kami tidak ada niat mengulur ulur penyidikan kasus tersebut. Terkait dugaan korupsi Kebun Desa Kepenuhan Raya sudah ada 21 Saksi diperiksa dan 3 Saksi Ahli sudah didatangkan, satu orang dari Jakarta dan 2 dari Rohul (lokal) termasuk Pihak Inspektorat Rohul. Kasus itu sudah naik Sidik sejak September 2022 lalu. Kami masih menunggu hasil perhitungan kerugian keuangan negara yang saat ini tengah diaudit oleh Inspektorat Rohul,” terang Fajar HW.
Lanjut Fajar HW, bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan Penyitaan Dokumen ke PN Pasir Pengaraian.
“Kami sudah ajukan Permohonan Penyitaan 300 dokumen ke PN Pasir Pengaraian terkait perkara yang sedang ditangani Kejari Rohul. Saya pernah usir Oknum LSM yang pernah datang menghadap untuk tujuan menutup atau meminta menghentikan kasus tersebut. Inilah bukti Kami serius dan komitmen menuntaskan kasus ini,” katanya.
“Terkait kasus penyimpangan penyaluran Pupuk Subsidi, sudah 30 Saksi yang sudah diperiksa. Tim Pidsus sudah turun mengecek kebenaran data penerima dalam RDKK. Dalam waktu dekat akan dilakukan ekspose terkait hal ini,” kilah Fajar HW saat dicecar pertanyaan oleh Perwakilan Demonstran.
Untuk diketahui, bahwa meskipun sudah banyak saksi yang dipanggil atau diperiksa kaitan dengan kasus tersebut, namun hingga berita ini ditayangkan belum ada satupun yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Penyidik pada Kejari Rohul.









