
Way Kanan, Lampung – Beritainvestigasi.com Pekerjaan Rabat Beton yang terletak di dusun 2 Kampung Suka jadi Kecamatan Kasui Kabupaten Way Kanan, diduga sikerjakan asal- asalan.
Berdasarkan hasil investigasi awak media ini dilokasi diduga pekerjaan Rabat Beton tersebut di nilai tidak memiliki kualitas sebab memiliki mutu yang kurang baik.
Berdasarkan papan anggaran, Pekerjaan tersebut di anggarkan melalui Anggaran dana desa Kampung suka jadi, tahap dua Tahun 2025 dengan nilai Rp 119.984.600
Dari keterangan yang dihimpun dari kepala tukang yang berhasil dikonfirmasi oleh awak media ini, bahwa pekerjaan tersebut memiliki panjang 128 Meter, adapun pekerjaan tersebut dikerjakan oleh Kepala Kampung Suka Jadi yakni Yeni Rachman.
Masi dari keterangan kepala tukang, bahwa proses penyemenan rabat beton itu dikerjakan tidak menggunakan Molen (mesin pengaduk Semen), dan dari hasil pengukuran yang dilakukan terdapat ketebalan pekerjaan Rabat Beton tersebut diduga tidak memenuhi Kualitas sesuai di RAB APBK tahun 2025.
Tidak sampai disitu, didapatkan dilapangan bahwa batu yang harusnya di gunakan sebagai campuran adukan Cor Rabat beton memakai batu Seplit ukuran 3/4, faktanya menggunakan batu seplit ukuran 5/7. Maka dengan adanya perbedaan penggunaan material tersebut Kepala Kampung Suka jadi diduga mendapatkan keuntungan yang sangat besar sebab antara kedua jenis material tersebut terdapat perbedaan harga yang sangat signifikan.
Hingga berita ini terbit, awak media ini masi terus berupaya untuk menemui Kepala Kampung Yeni Rachman untuk dimintai keterangannya. (Feri Nando)









