
Lampung Barat – Beritainvestigasi.com. Pemerintah Pekon Puramekar, Kecamatan Gedung Serian, Kabupaten Lampung Barat tetapkan dan laksanakan Rembuk Stunting di Kantor Balai Pekon Puramekar dan penanganan stunting sebagai prioritas. Senin (15/01/2024).
Rembuk Stanting. Percepatan Penurunan Stunting diselenggarakan oleh Pemerintah Pekon Puramekar untuk mengevaluasi pelaksanaan dan kemajuan percepatan penurunan stunting.
Selain itu tujuan dari rembuk stunting juga untuk menguatkan kolaborasi multi pihak untuk mencapai target penurunan stunting di tahun 2024 yang ada di Pekon Puramekar.
Hadir dalam acara tersebut, Peratin Anderi, Camat Kecamatan Gedung Serian yang diwakili oleh Plt, Sekcam, Kepala Puskesmas Gedung Serian, Aminudin, S.Kep, Pendamping Desa, Ketua LHP, LPMP, Pemagku, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan Undangan lainnya.
Peratin, Anderi menyampaikan, sebagai salah satu bentuk komitmen untuk mempercepat penurunan stunting, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Ia juga mengatakan, upaya percepatan penurunan stunting terus dilakukan oleh Pemerintah Pekon Puramekar, Kecamatan Gedung Serian, Kabupaten Lampung Barat,dengan mewujudkan kovergensi pemerintah daerah, hingga tingkat desa, sampai stunting tidak lagi menjadi masalah kesehatan masyarakat di Puramekar.
Selain penanganan stanting. Andrei juga menyampaikan, bahwa di dalam Musrenbangdes ini digelar dalam ragka membuat rancagan Kerja Pemerintah Desa (RKP) Pekon Puramekar untuk Tahun 2024. Dan Pemerintah Pekon sagat mendukung adanya usulan dari masyarakat untuk sama-sama membagun dan megawasi pembagunan yang ada di Pekon Puramekar.
Lebih lanjut Andrei mengatakan, dalam Musrenbangdes sebagai proses dalam perencanaan pembagunan yang sangat penting dan tidak hanya itu, Musrenbangdes juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berkontribusi dalam merumuskan program dan proyek yang sesuai dengan kebutuhan lokal. Disamping itu, juga untuk menggali potensi dan aspiraai masyarakat yang sering sekali tidak terdegar.
Sementara, Camat yang diwakili oleh Plt menambahkan, kegiatan hari ini bukanlah agenda baru akan tetapi setiap tahunnya diadakan musyawarah lewat Musrenbangdes. Jadi, apa-apa yang belum terealisasi pada tahun sebelumnya diajukan kembali ke anggaran tahun berikutnya. Dan untuk penanganan stanting bukan dilakukan di Puskesmas saja, tingkat pekon pun harus ikut serta dalam penanganan stanting.

“Kita semua sama-sama untuk berupaya optimalisasi salah satunya dengan. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang diberikan yaitu. Nasi, Sop Ceker, Wortel, Buncis, Hati, Ayam Goreng, Tahu Bacem, Snack Puding, Pepaya dan Susu Kotak.
“Salah satu penanganan pertama yang bisa dilakukan untuk anak stunting yaitu memberikan pola menu makan siang dengan gizi seimbang,” ungkapnya.
“Semua yang diberikan tidaklah sulit, semua berbahan pangan lokal dan jangan lupa, untuk konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri masih rendah, masih perlunya edukasi tentang pentingnya imunisasi dan ASI eksklusif yang belum adekuat,” tutupnya.









