oleh

Pengen Menyelesaikan Masalah, Kepala Adat Kecam HRD PT.JMS yang Tak Hadir

Ket. Foto : Rapat Pertemuan di Rumah Kepala Adat Kutai Indu Andzad Perian, (31/08/2021)

Kukar, Kaltim – Beritainvestigasi.com. Hasil rapat yang yang digelar pada 31 Agustus 2021 atas surat panggilan dari Kepala Adat Istiadat Kutai Indu Andzad Perian, Nasrum terhadap beberapa unsur yang dilibatkan, dihadiri oleh Camat Muara Muntai, Muhammad Dahlan, S.H, beserta Sekretarisnya, Kepala Desa Perian yang diwakilkan oleh dua orang Stafnya, GM. PT Jaya Mandiri Sukses (JMS); Bahar Abu, beserta Menegernya, dan beberapa warga masyarakat yang turut menyaksikan, tidak maksimal. Dikarenakan HRD PT. JMS, Oto Tampubolon yang menandatangani surat panggilan kepada Gunawan tidak hadir.

Seharusnya, bila HRD selaku Hccs berhalangan hadir dapat menunjuk perwakilannya. Hal ini guna menghormati undangan Kepala Adat untuk menyelesaikan persoalan antara Gunawan dengan management PT. JMS.

Kasus sudah bergulir kurang lebih satu bulan lamanya tanpa ada titik temu antara HRD dan Gunawan. Hal ini dinilai merugikan Gunawan.

Bagaimana tidak,  gaji bulan 7 dan bulan Agustus tidak dibayar, tidak ada ujung kejelasannya hingga saat ini, Sabtu (05/09/2021).

Ket. Foto : Gunawan (kemeja biru) berkordinasi dengan Manager dan Ass. Hccs

Bahkan, menyangkut haknya, Gunawan yang didampingi  Kepala Adatt, telah menyampaikan secara lamgsung kepada Asisten HCCS, Leonardo Nadeak dan Sidik Santoso, Manager BKRE, di kediaman mereka pada 27 Agustus 2021.

Terkait rapat pertemuan di rumah Kepala Adat, dalam akhir rapat, Bahar Abu mengaku bahwa hal tersebut bukanlah kapasitasnya, tetapi berjanji akan berupaya semaksimal mungkin melakukan mediasi kepada pihak Hccs, dan akan memberikan jawaban 2 hari ke depan, yaitu pada tanggal 2 September 2021.

” Saya akan berusaha semaksimalnya pak, berkordinasi dengan atasan saya lagi untuk menyelesaikan masalah ini.
Beri saya  waktu 2 (dua) hari,”
ujar Bahar Abu di hadapan Camat, Kepala Adat, Staf desa, dan Masyarakat, saat rapat pertemuan di rumah Kepala Adat Kutai Indu Andzad Perian, Selasa (31/08/2021)

Kemudian, tepat 2 (dua) hari seperti yang dijanjikan, GM PT. JMS, Bahar Abu kembali datang dan menyampaikan bahwa dirinya sudah mengupayakan semaksimal mungkin, tapi pihak Hccs tetap dengan keputusannya.

” Saya heran dengan mereka ini (Hccs, red), kenapa kalian persulit. Kan Gunawan kena Covid-19. Tapi mereka tetap tak mau terima,” ucap Bahar Abu, menceritakan pembicaraannya dengan Leonardo Nadeak, Ass. Hccs.

” Jangan masalah kecil kalian perbesar.
Kalau nanti masalah ini jadi besar jangan salahkan saya ya,” kata Bahar Abu, menirukan ucapannya kepada Leonardo Nadeak.

Menanggapi hal yang disampaikan oleh Bahar Abu tersebut, Kepala Adat menilai ada nilai-nilai kebenaran yang yang di abaikan oleh saudara Leonardo Nadeak dan saudara Oto Tampubolon.

Oleh karena itu, dirinya akan melayangkan Surat panggilan kedua kepada Oto B. Tampubolon, Leonardo Nadeak, Atasan serta pimpinan PT JMS guna mengklarifikasi secara lagsung atas permasalahan tersebut.

” Bagaimana mungkin seseorang yang sedang terpapar copid-19 disuruh menghadap atasan dengan tujuan untuk mengklarifikasi ketidakhadirannya.
Hal yang diluar akal sehat dan jelas melanggar regulasi pemerintah tentang penanganan Covid-19,” kata Kepala Adat Kutai Indu Andzad Perian, Nasrum.

Surat Panggilan Camat

Atas viralnya masalah ini, sempat menimbulkan ke gaduhan, sampai Camat Muara Muntai selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan mengeluarkan surat peringatan kepada pihak mangemen PT JMS untuk tidak mempekerjakan karyawannya apabila terpapar Copid -19.

Akan tetapi, peringatan, bahkan surat panggilan resmi yang dilayangkan oleh Kecamatan, tidak digubris sama sekali oleh Pihak Management PT. JMS.

Hal tersebut disampaikan Camat Muara Muntai, Muhammad Dahlan, S.H, kepada awak media ini melalui sambungan telepon seluler, Sabtu (04/09/2021).

Namun saat ditanya tindakan apa yang akan diambil terhadap management PT. JMS yang diduga memaksa karyawannya untuk masuk kerja saat terpapar Covid-19, Muhammad Dahlan yang merupakan Ketua Gugus Tugas Covid-19, tidak dengan tegas menjawabnya.

” Hari Rabu saya akan rapatkan dengan Muspika. Saya akan berusaha memediasi Gunawan dengan pihak PT. JMS,” jelas Dahlan.

Hasil Test PCR

Di ttempat terpisah, Gunawan, karyawan PT. JMS, ketika dikonfirmasi oleh awak media ini, Minggu (05/09/2021), mengatakan, akan melaporkan PT JMS ke Disnaker Kabupaten dan Provinsi, juga akan mengirimkan surat terbuka kepada Bupati Kukar, Gubernur Kaltim dan Bapak Presiden Joko Widodo.

” Saya akan terus berupaya untuk memperjuangkan hak saya, dan semoga para pemimpin rakyat tersebut memperhatikan masalah saya ini,” harap Gunawan dari ujung telepon selulernya.

Surat Panggilam Pertama (I)

Diberitakan sebelumnya dan sempat viral di beberapa media online, Karyawan PT. JMS, Gunawan Situmorang yang pada saat itu berada di kampung halamannya, Sumut, akan kembali ke tempatnya bekerja di Kalimantan Timur.

Namun, niat tersebut terkendala dengan proses adanya surat bebas Covid-19. Dengan berat hati, Gunawan membatalkan perjalanannya melalui transportasi penerbangan dikarenakan setelah dirinya di test PCR,  positif Covid-19 hasil yang dilakukan di RS Lubuk Pakam, Sumut.

Klarifikasi, pembatalan tiket pesawat dan Hasil Medis tersebut telah disampaikan Gunawan kepada pihak management PT. JMS.

Surat Panggilan Kedua

Akan tetapi, pihak PT. JMS tidak percaya dan berusaha mengkonfirmasi ke RS di mana Gunawan melalukan test PCR.

Tidak sampai di situ, Gunawan juga meneima surat panggilan pertama dan ke dua saat dirinya melakukan Isolasi Mandiri (Isoman) di rumah.

Hal inilah yang memicu Kepala Adat, Camat, melayangkan surat ke management PT. JMS. Karena, dengan dikeluarkannya surat panggilan ke dua dinilai terkesan dipaksakan dan cacat hukum. Padahal dari awal Gunawan sudah mengklarifikasi ketidakhadirannya karena terpapar Covid-19.

Oto Tampubolon yang coba diminta tanggapannya, tak merespon pamggilan maupun pesan chat dari Redaksi media ini.

 

(Wes/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed