Putra Singkep Barat Minta Pecah Dapil, Putra Daerah Punya Peluang di Dewan

Eka Arie Sandy, Ketua Karang Taruna Desa Kualaraya, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga.

Lingga, Kepri – Beritainvestigasi.com. Menyaksikan legah-leguh para Elit Politik di Kabupaten Lingga, khususnya elit politik di bumi Pulau Singkep, Kabupaten Lingga, memancing Eka Arie Sandy angkat bicara.

“Mati-matian kami sebagai Putra Singkep di belahan bumi Singkep Bagian Barat dan Selatan Pulau Singkep ini mengumandangkan ingin berdiri dengan Daerah Pemilihan (Dapil) sendiri pada Pemilu 2024 mendatang. Alhamdulillah terkabulkan dengan penetapan dari KPUD Kabupaten Lingga dengan keputusannya, wilayah Singkep Barat, Singkep Selatan dan Kepulauan Posek menjadi wilayah Dapil 4. Puji syukur kehadirat Allah SWT,” ungkap Ketua Karang Taruna Desa Kualaraya, Eka Arie Sandy, Jumat (10/03/2023).

Lanjutnya, mereka berjuang meminta dibentuknya Dapil 4 tersebut bukan hanya sekedar pepesan kosong, bukan tanpa alasan, tentunya punya alasan, ada keinginan, agar anak daerah di wilayah Dapil yang mereka perjuangkan ini punya kesempatan berbakti pada bumi kelahirannya.

“Kami ingin berjuang di Gedung Rakyat Kabupaten Lingga untuk kepentingan kemajuan daerah kami. Kami merasa selama ini daerah kami kurang diperjuangkan oleh wakil-wakil kami yang ada. Itu masuk akal jika jatah pembangunan daerah kami porsinya kecil sekali, karena mereka (wakil rakyat-red) itu bukan putra kelahiran bumi di mana tempat kami bernafas selama ini. Jadi kami pun tidak dapat menyalahkan mereka, hanya kesal saja yang kami terima setiap kali tiba tahun anggaran,” ungkap Eka.

“Barang kali teman-teman dan abang-abang bertanya-tanya ke
Kenapa saya bicara selantang itu? Karena saya mulai kesal, cukup heboh dan cukup getol berita yang membuat telinga dan hati saya membara, bukan saya mencekal dan menentang aturan negeri ini, tetapi saya bicara dengan hati nurani selaku putra daerah, berilah kesempatan kepada kami untuk mengatur daerah kami, jangan dirampas, jangan dicaplok hak kami, masih banyak putra-putri kami yang memiliki potensi. Kami tidak butuh Anda-anda untuk masuk mengatur kami, berilah kami hak untuk mengatur daerah kami,” ucapnya.

“Dengan tidak mengurangi rasa hormat, anda punya Dapil di tempat anda menghirup udara kehidupan ini, tentukanlah daerah anda sendiri, berkompetisilah di daerah Dapil kalian. Kalian punya Dapil sendiri, berkaryalah untuk kampung halaman kalian, tolonglah hargai kami yang baru mencoba ingin berbuat untuk daerah kami ini, tolong jangan rampas hak kami, kami tidak meminta hak kalian dan kalian pun tolonglah jangan meminta atau mengambil hak kami, sekalipun itu tidak salah, tapi punyalah rasa malu, sebab kita sebagai orang Timur ini punya budaya mengedepankan sikap sopan santun. Jadi, sopanlah terhadap pengakuan memang itu adalah milik kami,” katanya.

“Barang kali tuan-tuan mengerti maksud saya ini, maaf bukan saya mencekal hak demokrasi tuan-tuan, saya hanya berharap tuan-tuan sadar diri, jadilah Politikus yang berjiwa besar. Silakan tuan-tuan mencalon di daerah tuan sendiri, biarlah daerah kami, kami yang mengaturnya, itu saja harapan saya. Semoga kita semua terjaga dari mimpi-mimpi buruk ini,” pungkas Arie tegas.  (Sumber : Suryadi Hamzah).


Catatan : Redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dengan menggunakan Hak Jawab sebagaimana diatur dalam UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *