Kondisi air sungai berubah warna diduga tercemar tumpahan limbah dari PT PTS (Sumber foto: Ketapang Informasi)
Ketapang, Kalbar— Beritainvestigasi.com. Warga Desa Sempurna, Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang dibuat panik setelah aliran Sungai Laur mendadak berubah warna diduga akibat tumpahan limbah milik perusahaan sawit PT Prakarsa Tani Sejati (PT PTS).
Air sungai yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan warga untuk mandi, mencuci, hingga aktivitas harian lainnya kini terlihat hitam kebiruan dan menimbulkan keresahan besar di tengah masyarakat.
Dugaan pencemaran itu viral setelah akun Facebook Ketapang Informasi mengunggah video reels yang memperlihatkan kondisi air sungai berubah drastis. Dalam video tersebut, perekam menyebut limbah perusahaan sawit diduga mengalir langsung ke Sungai Laur.
“Ini air Sungai Laur, limbah PT PTS tumpah ke sungai. Air berubah warna biru, di Desa Sempurna sekarang air hitam. Tolong dicek,” ujar suara dalam video yang beredar luas di media sosial. Sabtu(23/05/2026).
Video itu langsung memicu kemarahan publik. Banyak warga mendesak pemerintah daerah dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ketapang segera turun tangan sebelum dampaknya semakin meluas.
Masyarakat menilai dugaan pencemaran tersebut tidak bisa dianggap sepele karena sungai merupakan urat nadi kehidupan warga desa. Jika benar limbah perusahaan masuk ke aliran sungai, dampaknya dikhawatirkan bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat.
“Kalau ini benar limbah sawit, bahaya sekali. Sungai dipakai warga setiap hari. Jangan sampai masyarakat jadi korban,” ujar seorang warga dengan nada kesal.
Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak PT Prakarsa Tani Sejati maupun DLH Kabupaten Ketapang terkait penyebab perubahan warna air sungai tersebut. Warga pun mempertanyakan keseriusan pengawasan lingkungan terhadap aktivitas perusahaan perkebunan di wilayah itu.
Desakan investigasi terbuka dan pengambilan sampel air terus bermunculan. Publik meminta pemerintah tidak diam dan segera mengusut dugaan pencemaran yang telah membuat warga resah.(Vr)









