Sungguh Malang Nasib JP Tarigan, Pendulang Emas Warga Sidikalang, Hanyut Terseret Air dan Meninggal

Sumut969 Dilihat

Dairi, Sumut- Beritainvestigasi.com Nasib naas yang dialami salah seorang warga Sidikalang dikabarkan hanyut saat mendulang Emas. Warga setempat dibantu UPIKA setempat dan Tim SAR pun bergerak melakukan pencarian.

Hasilnya, pada hari kelima pencarian, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan jenazah Jemput Paulus Tarigan (30 thn), seorang pendulang emas yang hanyut di Sungai Lau Renun, Desa Bertungen Julu, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi, Sumut, Kamis (15/8/2024).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Mustari dalam keterangan Pers nya mengatakan, bahwa korban ditemukan pada hari ini, Kamis (15/8/2024) sekitar pukul 09.10 Wib.

Lanjut Mustari, bahwa Korban ditemukan berjarak sekitar 26 KM dari lokasi awal korban terseret arus sungai. Selanjutnya, korban langsung di evakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarganya.

“Sejak awal pencarian, Tim SAR Gabungan telah mengupayakan segala cara untuk menemukan korban, seperti memasang jaring di hilir sungai, dan pada lokasi yang dicurigai. Namun, karena kondisi medan yang curam dan terjal, tim harus turun ke permukaan sungai menggunakan tali,” Ujar Mustari.

Sebelumnya, pada hari Minggu ,tgl.11/8/2024 personel siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan (Basarnas Medan) menerima informasi terkait adanya seorang pria yang hanyut di Sungai Lau Renun Kabupaten Dairi.
Berdasarkan informasi yang diterima, kronologis kejadian bermula pada hari Jumat (9/8/2024) sekitar pukul 09.00 Wib korban dan temannya berangkat bersama dari rumah menggunakan sepeda motor menuju Sungai Lau Renun di Desa Bertungen Julu untuk mendulang emas.

Sesampainya di lokasi, korban dan temannya mendulang emas. Namun, beda tempat berjarak kurang lebih 30 meter. Sekitar pukul 11.30 Wib, temannya hendak mengajak korban makan siang. Namun, teman korban tersebut tidak melihat korban di lokasi, lalu temannya pun mencari keberadaan korban di sekitar sungai. Tapi, tidak melihat korban dan hanya melihat barang -barang korban di pinggir sungai. Kemudian, Teman korban pun pulang ke rumah dan memberitahukan kepada orang tua korban kalau korban hanyut di sungai dan belum ditemukan.

“Tim kita menerima informasi tersebut setelah 3 (tiga) hari pasca kejadian. Awalnya, tim dari Kadus Desa Bertungen Julu, Polsek Tigalingga, Pemerintah setempat dan warga sekitar melakukan pencarian. Namun, korban tak kunjung ditemukan. Baru kemudian melapor ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan,” jelas Mustari. (Red)


Catatan : Redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dengan menggunakan Hak Jawab sebagaimana diatur dalam UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *