Tanggap Bencana Karhutla Ketapang, Sahabat Cita Khatulistiwa Salurkan 100 Galon Air Minum dan Sembako

Foto: Ibu menyusui Di Desa Sungai Pelang (memakai masker) mengantri air minum saat kegiatan berbagi kepada warga terdampak Karhutla (30/8)

Ketapang, Kalbar— Beritainvestigasi.com. Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menerjang Kabupaten Ketapang berakibat fatal pada krisis air bersih. Demi memenuhi kebutuhan harian hingga air minum, sebagian warga terdampak bahkan terpaksa mengonsumsi air seadanya.

Merespons kondisi darurat tersebut, komunitas literasi Sahabat Cita Khatulistiwa menggelar aksi kepedulian kemanusiaan dengan menyalurkan 100 galon air minum serta paket sembako di Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan. Wilayah ini merupakan salah satu titik api (hotspot) terbanyak yang sempat menelan korban jiwa akibat Karhutla.

Ketua Sahabat Cita Khatulistiwa, Neng Marlina Efendi, menjelaskan bahwa bantuan dialokasikan secara khusus agar tepat sasaran bagi kelompok yang paling membutuhkan.

“Penyaluran bantuan ini kami batasi dan difokuskan kepada kelompok rentan, seperti lansia, wanita hamil, ibu menyusui, serta masyarakat berpenghasilan rendah yang paling terdampak Karhutla,” ujar Marlina kepada awak media, Minggu (30/8).

Marlina menyebutkan, total terdapat 55 penerima manfaat dalam penyaluran bantuan tahap ini. Sebanyak 25 wanita hamil dan ibu menyusui menerima bantuan air minum bersih, sementara 30 warga lansia dan penyandang disabilitas mendapatkan paket sembako.

Seluruh bantuan ini dihimpun dari donatur perorangan luar Kalimantan Barat yang menaruh kepedulian terhadap bencana Karhutla di Ketapang.

“Bantuan segera kami distribusikan begitu terkumpul karena kebutuhan air bersih warga bersifat sangat mendesak,” tambah Marlina.

Manfaat bantuan ini dirasakan langsung oleh warga lokal. Ida Aisyah, salah seorang ibu menyusui penerima bantuan, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas aksi tanggap ini. Menurutnya, akses air bersih sangat menentukan pemenuhan gizi dan kesehatan bayi di tengah kepungan asap Karhutla.

Marlina menegaskan bahwa aksi kemanusiaan yang dijalankan pihaknya bersifat independen dan menjunjung tinggi akuntabilitas. Ia berharap gerakan sosial ini dapat terus berlanjut serta menjangkau lebih banyak warga yang terdampak di Kabupaten Ketapang.(Verry)


Catatan : Redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dengan menggunakan Hak Jawab sebagaimana diatur dalam UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *