Singkawang, Kalbar — Beritainvestigasi.com. Desir angin laut dan deburan ombak di Pantai Pak Lotai, Singkawang, Kalimantan Barat, Sabtu (29/8/2026) menjadi saksi bisu kehangatan sebuah pertemuan yang penuh makna. Hari itu, gelak tawa dan kebahagiaan menyatu dalam bingkai silaturahmi yang begitu menyentuh hati.
Bukan sekadar rekreasi biasa, momen istimewa dari pukul 10.00 hingga 17.00 WIB tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati rangkaian tonggak sejarah penting: Milad Negara Republik Indonesia ke-81, Hari Jadi Persatuan Dayak Muslim Indonesia (PDMI) ke-7, serta Milad ke-13 Lembaga Majelis Taklim Muallaf Kalimantan Barat (Kalbar).
Suasana kekeluargaan memuncak saat ragam perlombaan khas rakyat digelar. Gelak tawa pecah ketika para peserta berlomba balap karung, disusul kehangatan permainan “mencari teman dengan mata tertutup”, sebuah perlombaan sederhana yang menyimbolkan betapa pentingnya rasa saling percaya dan merangkul sesama saudara seiman. Keceriaan kian melengkapi hari itu saat panitia membagikan lebih dari 200 hadiah undian kupon yang membawa senyum kebahagiaan bagi para pembina dan jamaah yang hadir.
Di balik keceriaan tersebut, terselip rasa haru dan syukur yang mendalam. Ketua Umum Yayasan Kejayaan Muallaf sekaligus Pemimpin Majelis Taklim Muallaf Kalbar, Muhammad Damanhuri, S.HI., S.H., M.Pd., tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya. SOSOK yang akrab disapa Ustadz Dayak ini menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bahu-membahu menyukseskan agenda bersejarah ini.
“Alhamdulillah, rasa syukur yang tak terhingga kita panjatkan kepada Allah SWT. Kegiatan ini bukan sekadar wadah hiburan, melainkan jembatan untuk mempererat tali silaturahmi serta menjadi media syiar Islam yang merangkul dan menyejukkan di bumi Kalimantan Barat,” ungkap Ustadz Dayak dengan penuh keharuan.
Ia menaruh harapan besar agar momentum seperti ini dapat terus dilaksanakan secara konsisten di masa-masa mendatang. Bagi Ustadz Dayak, merawat persaudaraan para muallaf adalah amanah perjuangan yang harus dipupuk terus-menerus.
“Kita berharap agenda seperti ini tidak berhenti sebagai perayaan belaka. Lebih dari itu, ini adalah ikhtiar kita bersama untuk semakin mempertebal keimanan, mempererat persaudaraan antar-sesama saudara seiman, serta memetik keberkahan ilmu dalam setiap langkah perjuangan kita,” tutupnya dengan doa dan harapan.
Di bawah naungan langit Singkawang, senja yang mulai membayang sore itu menutup kebersamaan mereka, meninggalkan jejak kenangan manis tentang persaudaraan, cinta tanah air, dan keteguhan iman yang kian mengakar kuat.(Verry)









