oleh

Terkuak, Dalang Pembongkaran Warung dan Rumah Milik Hadi Supeno

Muhammad Ridwan, S.H, Direktur LKBH-SPSI Lampung

Bandar Lampung, Beritainvestigasi.com. Id dan RS, keduanya nama samaran, mendatangi Polda untuk memenuhi panggilan atas dugaan pengerusakan warung dan rumah yang berada di jl. Ir. Sutami, Way Gubak, Kec. Sukabumi, Kota Bandar Lampung.

Panggilan tersebut berdasarkan Laporan polisi no : LP/B-915/VI/2021/SPKT/POLDA LAMPUNG pada tanggal 18 juni 2021.

Kepada awak media, usai memberikan keterangan klarifikasi, Id dan RS menjelaskan, bahwa mereka merasa bingung mendapat panggilan dari Polda. ‘”ya tak tau pak, tau-tau ada surat paggilan dari Polda, pas saya baca suratnya ada laporan pengerusakan warung dan rumah di daerah Way Gubak,” ujar Id didampingi RS, Senin (30/08/2021).

Namun Id dan RS tidak membantah sekira pertengahan bulan Juni pernah melakukan pembongkaran warung d daerah tersebut.

” Ya memang bener pak, kami waktu bulan juni pernah bongkar warung di daerah tersebut, tapi itu karena ada kerjaan borongan pak, saya dtawarin bang Wahyu kerjaan, disuruh bongkar warung, ada imbalannya,” jelas Id.

Mereka juga menjelaskan, tidak mengetahui warung yang sekaligus tempat tersebut milik siapa. ” Kepemilikannya sah atau tidak, saya tidak cari tau sejauh itu, karena kan bakal panjang pak kalau kita mau tau warung itu punya siapa,” katanya.

” ya saya tidak pahamlah pak masalah yang kayak begitu. Yang saya tau pembokaran warung itu ada penanggung jawabnya, makanya kita yakin melakukan untuk bongkar warung tersebut,” tutur Id.

Lebih lanjut Id dan RS menjelaskan, bahwa mereka benar-benar tidak tau apa permasalahan yang sebenarnya.

Dalam memenuhi panggilan tersebut, Id dan RS didampingi Pengacara dari LKBH-SPSI Lampung yang Dinahkodai oleh Muhammad Ridwan, S.H (Direktur), dan diwakilkan kepada M. Imron Suhada, S.H, MH.

” Ya benar bahwa klien kami telah memenuhi panggilan dari Polda atas dugaan pengerusakan di jl. Ir. Sutami, dalam hal ini panggilan tersebut sifatnya klarifikas, dan klien kami msh sebagai saksi,” ucap Imron.

Imron juga menceritakan, bahwa kleinnya hanya seorang buruh upah, dan sangat menyayangkan apabila status kliennya naik sebagaitersangka, ” kata Imron.

Lanjutnya, tadi kita sudah menghadap Penyidik, sudah diklarifikasi bahwa Id dan RS ini hanya disuruh untuk membongkar warung, artinya mereka dari rumah niat untuk bekerja, bukan niat untuk merusak. Dan pada saat pembongkaran, mereka menemui warung tersebut masih ada pemiliknya, dan ketika itu Id izin kepada pemilik warung untuk membongkar warung tersebut, namun pemilik warung meminta waktu, dan Id sempat mengkonfrmasi kepada seseorng yang menyuruhnya. ” Ya sudah, tungga saya kesana,” ucap Imron menirukan ucapan yang diterima Indra dari seseorang tersebut.

Kemudian, Id tidak melanjutkan pembongkaran, seketika yang memerintahkan untuk membongkar datang ke lokasi, barulah Id dan RS melakukan pembongkaran.

Tambahnya, dari peristiwa tersebut, Imron menilai kliennya tidak ada unsur kesengajaan atau pun niatan untuk merusak.

” ini kan klien kami bekerja atas perintah, mereka membongkar sudah izin, dan pembokarannya d lakukan tidak merusak barang-barang. Itu atap disusun kembali setelah dibongkar, namun tidak semua asbes itu utuh ketika dibongkar. kalau liat foto dari penyidik, itu barang pada rusak, pada hancur, klien kami tidak merasa merusak ketika membongkar. Dan ketika melihat foto yg rusak itu, klien kami membantah dan tidak tau menau soal pengerusakan barang-barang itu,” ungkap Imron.

Imron juga mengatakan, akan mengikuti proses hukum yang ada dan akan kooperatif jika nanti ada panggilan kembali.

” Klien kami koopertif, dan klien kami pun taat hukum sebagaimana warga masyarakat biasa. Jika pun nanti ada panggilan kembali, kita akan hadir, dan kita akan pelajari lebih lanjut perkara ini, bahkan nanti kita ada upaya hukum, bila perlu kita liat kedepannya, pungkas Imron.

Sebelumnya diberitakan, pengerusakan warung sekaligus rumah tinggal milik pasangan Suami Istri, Hadi Supeno dan Susi Andriani di Jl. Sutami, Way Gubak, Sukabumi, Kota Bandar Lampung terjadi pada tanggal 17 Juni 2021.

Sampai berita ini ditayangkan, Redaksi belum mengetahui keberadaan Wahyu dan berusaha mendapatkan akses komunikasi guna meminta konfirmasi kepada Saudara Wahyu.  (Wes)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed