oleh

Warga Desa Sei Mata Mata Pertanyakan Kejelasan Koperasi Pajar Setahtera di PT. JV

Kartini, Kepala Desa, Desa Sungai Mata Mata

Kayong Utara, Kalbar- Beritainvestigasi.com. sejumlah warga Desa Sei Mata Mata, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara mendatangi Kantor Desa terkait persoalan Plasma yang dikelola oleh Koperasi Pajar Sejahtera pada Senin (08/11/2021).

Kedatangan perwakilan warga sebelumnya telah bersurat kepada Kepala Desa pada Selasa (02/11/2021) yang akhirnya diterima Kartini selaku Kepala Desa.

Dikutip dari Nusantaranews.net bahwa, pada pertemuan itu Kepala Desa Kartini didampingi putranya bernama Dian Saputra.

Sedangkan dari pihak warga diwakili oleh Hassan dan Surianto selaku Tokoh Pemuda dan Tokoh Nasyarakat yang mewakili sejumlah 40 orang masyarakat yang bertanda tangan dalam permohonan, yang isinya mendesak Kepala Desa untuk memanggil pengurus koperasi Pajar Sejahtera yang diketuai Abdul Zamad yang juga merupakan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kayong Utara saat ini, serta pimpinan perusahaan PT. Jalin Vaneo untuk mengadakan rapat terbuka terkait pengelolaan hasil plasma kebun kelapa sawit yang diserahkan kepada Koperasi Pajar sejahtera Desa Sei. Mata-mata.

Pada pertemuan yang sempat dihadiri Dian, putera dari kepala desa pada saat pertemuan itu sempat menjadi perdebatan dan pertanyaan oleh Surianto.

Menurut Surianto dalam hal ini masyarakat menilai bahwa hasil atau uang yang direalisasikan oleh pihak Koperasi Pajar Sejahtera tidak ada keterbukaan dan transparansinya, dari berapa penghasilan dalam sebulannya sampai berapa jumlah KTA penerimaan plasma yang mewakili masyarakat tersebut.

“Sejauh ini masyarakat hanya merasakan hasil plasma itu cuma Rp.100.000-, dalam waktu 3 bulan sekali setiap diterima, dan itu pun kalau di hitung rata-rata saja. Pembagian tersebut dibagikan melalui setiap Ketua RT masing- masing, dan kami pun ingin tahu juga, jumlah orang-orang yang menjadi perwakilan yang mengatas-namakan masyarakat sebagai penerima ini siapa-siapa saja orangnya,” ujar Suryanto.

“Sampai saat ini kami sebagai masyarakat tidak tahu berapa jumlah penerimaan plasma tersebut,” imbuhnya.

Suryanto juga mempertanyakan keberadaan Dian putera Kepala Desa yang menghadiri pertemuan tersebut kapasitasnya sebagai apa dia di kantor desa.

“Menurut saya ini sangat tidak elok dan tidak etis di pandang, terlebih ini bukan hal yang menyangkut masalah pribadi ini masalah yang menyangkut masyarakat banyak tentunya tidak boleh ada campur tangan pihak- pihak yang tidak berkepentingan karena ini bisa saja mencederai citra kepemimpinan kepala desa dan bisa saja menjadi citra buruk yang dilihat oleh publik,”ujarnya lagi.

Masyarakat berharap agar kepala desa secepatnya mengadakan rapat terbuka agar semuanya menjadi jelas dan terang.

Kantor Desa Sungai Mata Mata, Kec. Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara.

“Harapan kami kepada Bu Kades agar dapat secepatnya menyurati pihak-pihak tersebut, untuk diadakan rapat terbuka agar semua ini jelas dan terang,”tandas Surianto.

Sementara itu, Kartini, Kades Sei Mata Mata saat dikonfirmasi mengatakan bahwa dalam waktu dekat akan direalisasikan ke masyarakat.

“Itu dibagikan langsung oleh Pengurus Koperasi, bagi yang tidak hadir dititipkan ke RT,” jelas Kartini via WhatsApp Jumat (12/11/2021).

Terkait kehadiran Dian putranya, Tini menjelaskan, bahwa Dian sebagai maayarakat.

“Kalo masalah Dian Saputra dia juga masyarakat, sama seperti Surianto,Hassan dan Ujang,” terangnya.

Saat ditanya masalah jadwal realisasi tuntutan warga, Tini berujar hal itu ditanya langsung saja ke Pengurus

” Untuk masalah jadwal kapan, boleh ditanyakan langsung kepada pihak koperas karena ada beberapa orang dari mereka lagi ada tugas diluar. Yang jelas Insya Allah dalam waktu dekat akan di bagikan. Semua KK yang ada di desa baik yang udah memiliki KK ataupun yang belum memiliki KK seperti yang baru menikah asalkan itu betul warga desa kita, jadi penerima itu makin bertambah ,” ujar Tini.

Tini juga menjelaskan bahwa sebelum nya sudah ada pertemuan di rumah Sekretaris Koperasi.

“Ketua Koperasi berangkat hari Selasa tgl 9 malam Rabu ada pertemuan keanggotaan beserta badan pengawas di rumah Sekretaris Koperasi karena pagi hari Rabu ketua ada tugas di luar, tapi warga yang menghadap saya itu tidak hadir,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak pengurus Koperasi baik Abdul Zamad maupun yang lainnya hingga berita ini di tayangkan belum ada yang bisa dikonfirmasi. Demikian juga pihak PT Jalin Vaneo, Drs. Hafidz Manajer Humas, saat dikonfirmasi melalui pesan dan telepon WhatsApp tidak memberikan jawaban karena sedang rapat.

” Maaf masih rapat nanti saya telp. Balik,” jawab Hafidz singkat melalui pesan WhatsApp. Jumat (12/11/2021) pagi.  (Vr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed