Warga Dusun Lulang Berharap Pemerintah Segera Membangun Jembatan Penghubung

Jembatan penghubung akses utama Masyarakat Dusun Lulang

Bengkayang, Kalbar – Beritainvestigasi,com. Infratruktur jalan dan jembatan merupakan urat nadi untuk mengerakan perekonomian masyarakat, yang merupakan kerinduan semua masyarakat.

Demikian halnya yang dirindukan oleh warga Desa Lulang, Kecamatan Teriak, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, seperti penuturan Kepala Dusun Lulang, Senin (24/01/2022).

Salah satu jembatan tersebut saat ini kondisinya sangat memprihatinkan karena runtuh diterjang banjir beberapa bulan yang lalu.

Kepala Dusun Lulang, Lorensius Insit, menyampaikan, jembatan desa yang runtuh tersebut pernah di bangun mengunakan dana APBD Provinsi Kalimantan Barat satu tahun yang lalu.

“Jembatan ini merupakan jembatan utama penghubung akses vital dari Desa ke Kecamatan dan ke Kabupaten Bengkayang dan ke semua akses lainnya,” ujar Lorensius Insit.

Ditambahkan Lorensius Insit, bahwa masyarakat Lulang sangat berharap, pembangunan jembatan itu jangan asal jadi, harus melalui kajian dan perencanaan yang matang. Karena jembatan itu akses utama dilewati kendaraan, baik truk, mobil kecil, maupun motor yang membawa hasil pertanian masyarakat Lulang.

“Semua kegiatan masyarakat dalam melakukan pemasaran hasil pertanian ke kota, ke Rumah Sakit, ke Sekolah, dan semuanya melewati jalan utama itu,” tambah Lorensius Insit.

Warga Desa Lulang saat ini berpenduduk sekitar 160 Kepala Keluarga, jumlah penduduk sekitar 738 orang, dengan aktivitas pekerjaan mayoritas sebagian besar petani.

“Baik itu petani padi, jagung, sawit, dan lain sebagainya. Intinya jembatan yang terletak di Desa Teriak tepatnya di Lompor, perbatasan dengan Desa Setia Jaya, sangat diharapkan supaya segera dibangun,” kata Lorensius Insit.

Ditempat yang berbeda, Ir. Martinus Khiu merupakan anggota DPRD Bengkayang dari Fraksi Partai Demokrat menyampaikan kepada Pemerintah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat segera membangun jembatan tersebut.

“Kasihan masyarakat terutama anak-anak sekolah, warga yang pergi berobat karena sakit, juga yang mau berjualan sayur-sayuran dan hasil pertanian masyarakat Lulang ke pasar terhambat oleh jembatan tersebut,” ucap Ir. Martinus.

Pihaknya mengakui sudah sering menyampaikan hal tersebut dalam beberapa kesempatan, baik kepada Dinas PUPR maupun BPBD, namun belum mendapat respon.

“Mudah-mudahan tahun 2022 bisa terjawab apa yang sudah kita sampai kan,” pungkas Martinus.  (Sgt/Vr).

Editor : Wesly (Asesor SKW)

 


Catatan : Redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dengan menggunakan Hak Jawab sebagaimana diatur dalam UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *