
Pematangsiantar, Sumut, beritainveetigasi.com- Badan Pusat Statistik (BPS) akan melaksanakan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) Tahun 2022 di bulan Oktober. Terkait program tersebut, BPS Kota Pematang Siantar beraudiensi dengan Wali Kota Pematang Sianțar dr Susanti Dewayani SpA. Audiensi berlangsung di ruang kerja Kantor Camat Siantar Utara, Jalan Patuan Anggi Kota Pematang Siantar, Senin (26/9/2022) sekitar pukul 10.30 WIB.
Kedatangan Kepala BPS Kota Pematang Siantar Zulfan SE beserta rombongan disambut Wali Kota dan didampingi Camat Siantar Utara Irwansyah Saragih SSos, Kabag Prokopim Setdako Pemko Pematang Siantar Suherman SsosI, Kasubbag Umum Nelhainis, dan Kasubbag Protokol Fajar Mukhlis Harahap.

Kepada BPS Zulfan walikota mengatakan, kedatangan mereka dalam rangka selain bersilaturahmi, juga ingin menyampaikan kegiatan rencana pelaksanaan Regsosek 2022 yang akan dilaksanakan BPS di bulan Oktober.
Dijelaskannya, Regsosek akan melibatkan berbagai pihak dalam implementasinya. “Pendataan dilakukan secara sensus (door to door) oleh mitra BPS, pekerja sosial di kelurahan, dan lain-lain mitra kami,” ungkap Zulfan, seraya mengatakan Regsosek 2022 bertujuan menyediakan sistem dan basis data seluruh penduduk yang terdiri dari profil, kondisi sosial ekonomi, dan tingkat kesejahteraan.
Basis data tersebut ke depannya akan menjadi rujukan target dan integrasi program perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi.
Susanti sebelum menanggapi tujuan audiensi BPS menyampaikan ia bersafari dengan berkantor di Kecamatan dan Puskesmas. “Pada hari ini ketepatan kami berkantor di Kecamatan Siantar Utara yang bertujuan untuk melihat langsung proses-agenda kecamatan dalam melayani serta melihat pelaksanaan program-program pemerintah yang dilakukan di tingkat kelurahan,” terangnya.
Susanti selanjutnya menyambut baik rencana pelaksanaan Regsosek 2022 yang akan dilaksanakan BPS pada bulan Oktober.
Menurut Susanti, Regsosek 2022 sejalan dengan pemikiran akan pentingnya pemutakhiran data yang tervalidasi dalam proses reformasi perlindungan sosial. Ia juga berharap kegiatan tersebut sebisa mungkin juga menghadirkan sisi pemberdayaan masyarakat.
“Peran komponen masyarakat dalam survei bisa jadi bentuk pemberdayaan. Kemudian berikutnya, tentu kita harapkan validasi data akurat,” urainya. ( Gunawan, S. Info/ Red)
Editor, Gunawan, S















