oleh

Dinas Kesehatan Sambas Targetkan Capaian Vaksinasi

dr. Fattah Maryunani, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas

Sambas, Kalbar – Beritainvestigasi.com. Kabupaten Sambas merupakan wilayah satu daratan yang berhubungan langsung dengan negeri jiran Malaysia, dimana Kabupaten Sambas sendiri pernah menduduki zona merah akibat lonjakan angka Covid-19 yang sangat tinggi, Pemerintah Kabupaten Sambas terus berupaya untuk mengurangi penekanan pengurangan angka tersebut dan berbagai macam carapun sudah di tempuh.

Kepala Dinas Kabupaten Sambas, dr. Fattah Maryunani mengatakan, penambahan angka Covid di Kabupaten Sambas masih ada sekitar satu dua orang setiap harinya.

“Beberapa waktu yang lalu sempat bertambah banyak itu dari PMI ( Pekerja Migran Indonesia) yang lewat aruk itu sempat bertambah banyak, tapi kerena hari ini yang lewat sedikit untuk PMI sekitar 20/30 orang saja. Kerena yang lewat kemarin ratusan orang untuk pekerja migran atau tenaga kerja Indonesia untuk saat ini sudah mulai aman,” kata dr Fattah ditemui diruang kerjanya pada Rabu (03/11/2021).

Untuk mengantisipasi pelonjakan kasus, pihaknya terus menggalakan Protokol Kesehatan, serta Vaksinasi.

“Kita mengejar target dari pusat untuk vaksin, di bulan November sudah 50% vaksinasi dan bulan desember kita sudah mencapai 70%. Seluruh warga kabupaten sambas harus di vaksin, sedangkan target kita yang harus di vaksin adalah 446.000 (empat ratus empat puluh enam ribu) dari jumlah total populasi 640.000 jiwa di kabupaten sambas ini,” terangnya.

Lanjut terang Kadis, ntuk vaksin yang sudah disalurkan dari berbagai jenis, seperti Sinovac, Moderna, Astra Zeneca dan mungkin juga Vaizer.

“Hari ini kita mendroving 5000 vaksin Sinovac ke Puskesmas dari Muhammadiyah yang baru kemarin datang langsung kita droving. Dan besok kita dapat droving dari Provinsi, untuk kebutuhan seminggu kedepan ada 27000 vaksin Sinovac,” lanjutnya.

Fattah mengatakan pihaknya sedang menggencarkan untuk vaksin pertama jenis Vaizer.

“Kita targetkan dalam sehari minimal harus sekitar 7000 atau 8000 di Kabupaten Sambas harus kita suntik untuk mengejar kabupaten lain,” ujarnya.

Dia menuturkan bahwa keberhasilan Vaksinasi di Kabupaten Sambas berkat kesolidan tim Satgas, baik itu yang di Kabupaten maupun sampai di tingkat Desa.

“Untuk penyaluran ke daerah terpencil kita jemput bola, bukan kita nunggu di puskesmas atau di kecamatan, justru tim dari kecamatan kita yang ke desa,” tuturnya.

Fattah berharap masyarakat tidak lagi takut dan mau untuk di Vaksin demi menjaga kekebalan tubuh dan kesehatan.

Vaksinasi adalah sesuatu cara kita untuk menghindari atau mencegah covid-19 dan itulah cuma cara satu-satunya yang efektif. Seandainya terkena covid 19 tidak akan menyebabkan kematian,” pungkasnya.  (Nov/Vr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed