Ditemukan Tergantung di Pohon Mangga Tim Inafis Polres Simalungun dan UnitRes Polsek Bangun Melakukan Olah TKP

Simalungun, Sumut1063 Dilihat

Simalungun, Sumut– Beritainvestigasi.com (19/11/2022), Tim Inafis Polres Simalungun bersama dengan unit Reskrim Polsek Bangun melakukan olah tempat kejadian perkara atas laporan adanya peristiwa gantung diri yang terjadi Jumat, 18/11/2022 sekira pukul 20.00 wib berlokasi di Huta 2 Nagori Karang bangun Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun.

Di Lokasi Kejadian petugas menemukan korban yang diketahui bernama, Sunan (48) tergantung di pohon mangga dengan tali nilon simpul hidup terkalung dilehernya, yang berlokasi dibelakang rumahnya di Huta II Nagori Karang bangun Kec. Siantar kab. Simalungun.

Dalam keterangannya Kapolres Simalungun melalui Ps. Kasubsi Penmas Aiptu Surya Dharma mengatakan dari keterangan saksi yang pertama sekali menemukan korban yakni (Riduan,37 th) saat ia berjalan bersama istrinya (Tri Astari, 28 th) melintasi belakang rumah almarhum Sunan yang masih merupakan pakcik nya tersebut, melihat kejadian tersebut sontak mereka terkejut melihat almarhum sudah tergantung kaku di pohon mangga dengan seutas tali nilon dilehernya.

Mendapatkan informasi demikian petugas langsung datang ke tempat kejadian dengan dipimpin Kanit Reskrim Polsek Bangun Ipda Rido Pakpahan, bersama dengan Aipda Sujid dari Inafis Polres Simalungun, Peltu Amri Pohan dari Koramil 08 didampingi Plt. Pangulu Nagori Karang bangun Ventho Purba dan medis Puskesmas Rambung Merah Gebi A. Simarmata menurunkan almarhum Sunan dari pohon mangga untuk dilakukan pemeriksaan medis.

Ipda Rido Pakpahan mengatakan setelah dilakukan olah TKP, almarhum ditemukan dalam posisi tergantung tali tambang nilon dengan simpul hidup pada pohon mangga yang ada di belakang rumah tinggalnya dan lidah almarhum dalam keadaan menjulur, jarak kaki almarhum ke tanah pada saat posisi tergantung sekitar 50 cm. Pada saat dilakukan pemeriksaan terhadap tubuh almarhum dengan melibatkan Tim INAFIS Polres Simalungun dan tenaga medis dari puskesmas Rambung Merah an. Gebi Aprilia Simarmata tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh almarhum. Pada saat dilakukan pemeriksaan terhadap tubuh almarhum (setelah diturunkan dari gantungan) ditemukan dari alat kelaminnya mengeluarkan cairan diduga sperma. Ucap Kanit Reskrim Polsek Bangun Ipda Rido Pakpahan.

Keluarga almarhum Sutimin (58) yang merupakan abang kandung alamarhum mengatakan bahwa semasa hidupnya korban menderita sakit kelenjar pada lehernya, ” atas kejadian ini, kami keluarga menyatakan menerima kematian almarhum sebagai peristiwa gantung diri/bunuh diri dan tidak keberatan dan tidak akan menuntut siapapun serta menolak untuk dilakukan tindakan otopsi, dan jenazahnya akan dimakamkan. Ucap Sutimin selaku keluarga korban kepada petugas.(Gn)

Editor: Gunawan. S

Sumber: HumasPolresSimalungun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar