Edi Cindai: Tokoh Masyarakat Harus Bijak dan Mendengar Dua Sisi dalam Polemik Mutasi di Polres Anambas

Anambas359 Dilihat

Anambas — Beritainvestigasi.com 
Ketua Umum Cindai Kepri, Edi Susanto, yang akrab disapa Edi Cindai, angkat bicara terkait polemik mutasi salah satu personel Polsek Jemaja yang menuai kontroversi di tengah masyarakat. Ia menyayangkan penyikapan yang terkesan emosional, bahkan sampai melibatkan sejumlah tokoh dan kelompok masyarakat dalam bentuk video pernyataan sikap yang beredar luas.(31/5/2025)

“Saya sangat menyayangkan persoalan mutasi ini sampai digiring ke ranah publik dan seolah-olah mewakili seluruh masyarakat Jemaja,” ujar Edi. “Video dukungan agar mutasi dibatalkan bahkan dikirim langsung ke saya secara pribadi.”

Menurut Edi, mutasi adalah hal yang wajar dalam institusi Polri dan dilakukan dengan berbagai pertimbangan serta mekanisme internal. Ia pun telah melakukan klarifikasi langsung ke beberapa pihak di Polres Anambas untuk mendapatkan informasi lebih berimbang.

“Yang bersangkutan tidak dipindahkan keluar daerah, melainkan hanya dari Polsek Jemaja ke Polres Anambas dengan jabatan baru sebagai Kepala SPKT Polres. Artinya, ia masih bisa berbakti kepada masyarakat Jemaja dan bahkan tetap bisa bolak-balik jika diperlukan,” jelas Edi.

Edi mengajak semua pihak untuk lebih bijaksana dan tidak terpancing provokasi. Ia menekankan pentingnya menyampaikan pendapat secara langsung dan elegan melalui jalur yang tepat.

“Saya ingin berpesan kepada Pak Cik, Mak Cik, Kades, abang-abang, dan adik-adik saya di Jemaja, kalau memang ada keberatan atau masukan, sampaikan langsung ke pimpinan Polsek atau Polres. Jangan hanya melihat dari satu sisi dan kemudian memviralkan sesuatu yang bisa memecah belah,” imbuhnya.

Ia juga mengingatkan agar video yang beredar benar-benar lahir dari aspirasi murni masyarakat, bukan karena didorong oleh pihak-pihak tertentu yang punya kepentingan terselubung.

“Mohon maaf, kalau video itu terkesan ‘diatur’, tentu kita harus waspada. Jangan sampai hanya menjadi alat provokasi. Kita butuh ketenangan dan kebijaksanaan dalam menyikapi kebijakan Polri,” tegasnya.

Edi turut menyinggung fenomena di beberapa daerah lain, di mana terjadi penyalahgunaan pengaruh oleh oknum berpangkat kecil namun bergaya seperti ‘raja kecil’ dengan penghasilan dan pengaruh tak wajar. Ia berharap hal serupa tidak terjadi di Anambas, khususnya Polsek Jemaja.

“Saya yakin Polres Anambas mampu bersikap profesional dan objektif. Mudah-mudahan dengan mutasi ini, akan lahir personel baru yang juga bisa menjadi pengayom, pelindung, dan bagian dari masyarakat Jemaja itu sendiri,” tutup Edi Cindai.

Sebagai informasi, Edi Cindai juga dikenal aktif menyuarakan berbagai isu di daerah, termasuk soal potensi mangkraknya pembangunan pelabuhan Roro Jemaja Timur beberapa waktu lalu.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *