Geger 9 Orang Pengurus Partai Golkar KKU Tiba Tiba Mengundurkan Diri

Kayong Utara, Kalbar – Beritainvestigasi.com. Mendadak, 9 (sembilan) orang Fungsionaris DPD Partai Golkar Kabupeten Kayong Utara (KKU) mengundurkan diri dari pengurus harian, hal itu sontak menjadi pertanyaan dan bahan pembicaraan publik khususnya masyarakat di KKU.

Pengunduran diri ke 9 (sembilam) pengurus harian diketahui dari postingan Hermansyah selaku Wakil Ketua Harian (Pemenangan Pemilu) di Partai berlambang Pohon Beringin itu, melalui Akun Facebook nya, Hermansyah Herman, Selasa (06/07/2021).

Postingan Hermansyah menyebutkan, “Alhamdulillah Surat Pengunduran Diri Saya Dari Pengurus Partai Golkar Kabupaten Kayong Utara Sudah disampaikan ke DPD Partai Golkar Provinsi melalui Ketua Harian, Bpk H. Adang Gunawan, SE.
Ada 9 (sembilan) orang yang mengundurkan diri dari pengurus Partai Golkar KKU,” tulis di akun facebook Hermansyah Herman.

Dan, postingan tersebut mendapat tanggapan beragam dari Netizen, baik yang berasal dari KKU maupun di luar.

“Korban itika politik ke ape kitak berkekuatan dari kepengurusan kku tu,” komentar Akun Paklong Sawal.

” Ketue kau tu merase tersinggung karena die tidak memahami keberadaan kawan kalo pembicaraan kawan tu benar akui kebenaran nya kok yg lain nya tidak tersinggung cuman dia bearti secara analisis wawasan logika nya kerdil tu,” lanjut komen Akun Paklong Sawal.

“Org2inti keluar semua ada apa??????,” tulis di Akun Musa.

“Memang hrs mundur takot gaji betimpak betindeh🤣🤣🤣🤣,” celoteh Akun Ijul Lkp.

“Kite buat tim baru ye pk long Derani Jak dan Hermansyah Herman,” ujar Akun Ferryfirmansyah Ferry.

Senada dengan Hermansyah, Syamsudin Saleh Wakil Ketua DPD Golkar KKU yang membidangi Kaderisasi dan Keanggotaan juga memposting pengunduran dirinya melalui Akun Facebook nya, Syamsudin Syam pada hari yang sama.

Menurut Hermansyah, pengunduran diri mereka yang ditandatangani di atas Materai 10.000 diterima oleh Ketua Harian DPD Golkar Provinsi Kalbar, H. Adang Gunawan, S.E.

Abdul Rani, Ketua Harian DPD Golkar KKU saat dikonfirmasi media ini menjelaskan, pengunduran diri 7 fungsionaris karena dianggap tidak sejalan oleh Ketua DPD Golkar KKU, Abdul Zamad yang juga Wakil Ketua DPRD KKU.
“Alasan kami pengurus harian partai Golkar KKU mengundurkan diri sebanyak 7 orang dinilai ketua tidak sejalan dengan pimpinan,” jelas Abdul Rani melalui sambungan WhatsApp, pada Rabu(07/07/2021).

Lebih lanjut dijelaskan Abdul Rani, prahara itu terjadi puncaknya saat malam ramah tamah dalam rangka HUT KKU ke-14 yang diadakan di Istana Rakyat.
“Saya dipercayakan kawan kawan tim pemekaran untuk memberikan sambutan dan mengevaluasi, bahwa dalam acara tersebut unsur pimpinan DPRD KKU satu pun tidak hadir. Anggota DPRD KKU ada 25 orang, yang hadir pada malam itu hanya 3 orang. Yang hadir dari Hanura( Pak Deddy), PKS (Abul Rahman), dan Golkar(Bung Tomo),” lanjutnya.

Karena hal itu, yang disoroti dirinya, itu menjadi kemarahan/kekecewaan dari Abdul Zamad selaku Ketua DPD Golkar yang juga sebagai unsur Pimpinan di DPRD. “Ini yang saya soroti yang lainnya kemana..? pada hal acara semacam ini setahun setahun sekali, ini lah puncak masalahnya. Dan saya di dalam sambutan tidak ditujukan kepada salah satu orang tetapi secara umum, juga kapasitas saya bukan atas nama partai Golkar tetapi atas nama tim pemekaran,” ujar Abdul Rani.

Saat ditanya untuk langkah selanjutnya, Abdul Rani mengatakan masih pikir-pikir.

“Langkah selanjutnya, pikir-pikir dulu lah dan dengan mengundurkan diri lebih gentlement ketimbang dipecat, harga diri kami ternodai sudah sekian lama mengabdi di partai, “Karena Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga” ini jalan terbaik yang kami ambil,” tuturnya.

Abdul Rani berharap, dengan pengunduran diri mereka partai Golkar di KKU akan lebih maju.
“Mudah-mudahan dengan lengsernya kami, partai Golkar maju dan berkembang, tidak lama lagi akan menghadapi pesta demokrasi bulan Februari 2024 pemilihan Legislatif dan bulan Oktober 2024 Pilkada Bupati dan Wakil Bupati,” pungkasnya.

“Kemunduran kami dari pengurus P Golkar kku , bukan berarti melarang orang untuk maju, namun bila kita berada di manapun kita berada hendaklah dpt memberi masuk”an yg positif buat daerah ini minimal dlm kelompok kecil kita, nah kalau tidak untuk apa kita berada di sebuah organisasi, hanya datang duduk diam duit, yg tdk memberi manfaat buat orang banyak…menurut kami mundur jalan yg udah tepat shobat” ku agar di antara kita tau bahwa langit itu tinggi, mungkin tdk semudah nya menggapai bintang . Trima ksih buat PK long & bunk Herman telah sampaikan berkhas pengunduran diri kita” secara tranpraran,di publikan lgi….serta mhn mf pd semua bila ada kata” salah … assalamualaikum…,”tanggapan Akun Sudirman Sudir.

“Golkar partai besar. Kukire tak dikabulkan same dpd. Dpd akan ambik jalan musyawarah. Kritik dr warga thdp DPRD hal yg lumrah dlm alam demokrasi, apalagi kritik konstruktif utk pembangunan KKU,” komen Akun Said Tihi yang juga mantan Wakil Bupati KKU.  (Vr)


Catatan : Redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dengan menggunakan Hak Jawab sebagaimana diatur dalam UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *