oleh

Karyawan Terpapar Covid-19 Dipaksa Kerja, Satgas Covid-19 Akan Layangkan Surat ke PT. JMS

Muhammad Dahlan, S.H, Camat Muara Muntai /Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid -19 Kec. Muara Muntai

Kutai Kartanegara, Kaltim – Beritainvestigasi.com. Pemerintah sedang gencar-gencarnya memutus rantai penyebaran virus Covid-19.

Segala upaya dilakukan, yang terakhir PPKM level 4, di mana aturan Work From Home (WFH) lebih diutamakan untuk kegiatan tertentu. Itu semua guna memutus rantai penyebaran virus Covid-19. Tapi, sangat disayangkan, upaya pemerintah tersebut diduga tidak dijalankan oleh HRD PT. Jaya Sukses Mandiri (JMS), Oto Budiaman Tampubolon.

Pasalnya, Karyawan PT. JMS yang bernama Budi Gunawan Situmorang, terpapar covid-19 sesuai dengan hasil test PCR yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Umum Sembiring, Delitua, melalui cabang rumah sakitnya yakni Grandmed (Grand Medistra ) Lubuk Pakam tanggal 26 Juli 2021, diduga dipaksa untuk tetap bekerja.

Hasil Test PCR

Hal tersebut sempat viral di beberapa media lokal dan Nasional.

Informasi didapat, Bupati Kutai Kartanegara, Edy Damansyah, mendengar kabar tersebut, melalui Sekretaris Daerah (Sekda), langsung mengkonfirmasi terkait permasalahan tersebut ke Pejabat terkait.

Hal tersebut dibenarkan Camat Muara Muntai, Muhammad Dahlan, S.H, selaku Ketua Gugus Tugas Kec. Muara Muntai.

Saat dikonfirmasi melalui telepon, Muhammad Dahlan, S.H, menjelaskan bahwa dirinya sudah menelpon Kades Perian agar melayangkan surat kepada pihak perusahaan untuk tidak mempekerjakan karyawan yang terpapar covid.

Ditempat terpisah, Kepala Desa Perian, Anjasmara, ketika dikonfirmasi menyatakan telah memberitahukan ke PT. Jaya Mandiri Sukses (JMS).

Anehnya, seperti tidak mengindahkan apa yang disampaikan Kades Perian, pada Sabtu tanggal 7 Agustus 2021, HRD PT. JMS kembali mengeluarkan surat panggilan ke 2 kepada karyawan tersebut.

Setelah surat panggilan tersebut diteruskan ke Camat dan Kades, sontak hal ini membuat mereka kaget dan berjanji di hari Senin tanggal 9 Agustus 2021 akan melayangkan surat peringatan kepada PT JMS.

Hal ini dipandang perlu agar tidak bertindak seenaknya dan harus tunduk pada peraturan pemerintah terkait penekanan angka penularan covid-19 khususnya di Desa Perian, Kec.Muara Muntai.

Surat Panggilan ke dua 

Budi Gunawan Situmorang (Karyawan PT JMS) ketika dikonfirmasi via pesan WhatsApp, Sabtu (07/08/2021), menyesalkan dan membantah dasar yang dijadikan alasan oleh HRD yang tertuang didalam surat panggilannya. Baik surat panggilan pertama dan juga panggilan kedua terhadap dirinya.

Dalam penekanannya Budi Gunawan mengatakan, bahwa HRD tersebut diduga tidak mengindahkan sama sekali surat hasil Swab PCR dari rumah sakit.

” Mulai dari tanggal 26 Juli lalu, semenjak saya menerima hasil swab PCR dari pihak rumah sakit, saya langsung mengirimkan filenya ke Oto Tampubolon (HRD), Staf HCCS yakni saudara Leon dan Pak Bahar Abu selaku GM di perusahaan tersebut, dengan harapan dapat dijadikan dasar pertimbangan.
Tapi pada akhirnya tidak sama sekali.
Sangat disayangkan,” ungkapnya dengan penuh kekecewaan.

Ditambahkannya, bahwa untuk membuktikan sungguhannya kembali bekerja di Kalimantan, dirinya sudah menghabiskan biaya PCR sebesar 850 ribu ditambah biaya pembatalan (Refund) tiket 2 kali berturut-turut dari Sumut ke Kalimantan, yang jika ditotalkan kerugian berkisar 3 juta rupiah dan semua upaya tersebut di batalkan begitu saja oleh hasil positif Covid -19 yang mengharuskannya untuk isoman selama 14  hari guna mematuhi aturan regulasi penanganan Covid-19,

” Bahkan bukti berkas pendukungnya turut dikirimkan filenya ke pihak perusahaan yang sudah disebutkan sebelumnya. Namun semua itu seperti tidak berpengaruh bagi mereka,” jelasnya.

Lanjutnya, setelah surat panggilan kedua tersebut diterimanya, ia berinisiatif meneruskan kembali ke Camat dan Kades, selaku tim gugus tugas penanganan covid -19. Sontak saja hal ini membuat mereka kaget dan berjanji di hari Senin tanggal 9 Agustus 2021 akan melayangkan surat peringatan kepada PT JMS.

Hingga berita ini ditayangkan, pernyataan resmi dari PT. JMS belum diperoleh. Chat maupun telp tidak pernah dibalas HRD, sedangkan Staf JMS tidak mau menanggapi.  (GS/Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed