oleh

Kepala Sekolah SDN 1 Pardasuka Bantah Pembayaran Gaji Guru Honorer Tak Tepat Waktu

Ket. Foto : Jaya, Wartawan Media Berita Investigasi (Biro Lampung Selatan), Saat mewawancari, Kepala Sekolah SDN 1 Pardasuka, Wiwik. (13/08/201)

Katibung, Lampung Selatan – Beritainvestigasi.com.  Terkait adanya pemberitaan, ‘Miris!!! Gaji Guru Honorer SDN 1 Pardasuka Kecamatan Katibung Tak Tepat Waktu’ beberapa hari yang lalu, akhirnya Wiwik Widangsih, S.pd, Kepala Sekolah SDN 1 Pardasuka, memberikan klarifikasi kepada awak media di ruangan kerjanya, terkait pemberitaan tersebut, Jumat (13/08/2021).

Wiwik Widangsih,S.pd dengan tegas membantah terkait gaji guru honor tak tepat waktu, karena dirinya tak merasa pembayaran gaji honor di tunda-tunda.
” Itu tidak benar mas, karena gaji guru honor selalu tepat waktu kami berikan atau salurkan, saya ada bukti transferan bank yang langsung masuk ke rekening masing-masing guru honor dan di situ ada tanggal pengirimannya,” katanya.

Masih menurut wiwik, hari ini seluruh guru honor telah membuat pernyataan secara tertulis, bahwa gaji guru honor di sekolahan ini sudah di salurkan setiap bulannya. Bahkan untuk gaji bulan Agustus ini saja, saya sudah berikan dan sekarang lagi proses transfer bank ke masing-masing rekening guru, karena saya tidak mau pusing lagi.

” Ini mas silahkan di lihat surat pernyataan dari guru honor, bahwasannya seluruh guru honor menanda tangani akan gaji honor seluruh nya telah dibayarkan. Dan jika memang seandainya gaji guru honor itu tidak saya bayarkan selama tiga bulan, mungkin seluruh guru honor pasti sudah demo dan mengadu ke Dinas langsung,” tandasnya.

Terpisah, Yola Fitriani,S.pd, yang berstatus guru honor menjelaskan, gaji guru honor semuanya tidak ada masalah mas, kami tegaskan kami seluruh Dewan Guru SDN 1 Pardasuka, Kecamatan Katibung digaji lancar setiap bulanya tidak ada penundaan sama sekali.

” Untuk membuktikan dan pertanggung jawaban ucapan kami di sini, kami sudah membuat pernyataan secara tertulis terkait pembayaran gaji honor kami yang tepat waktu dan selalu lancar setiap bulannya”, tambahnya.

Terkait bantahan Wiwik yang tidak mengizinkan bukti transfer dipublikasikan, melalui sambungan telepon, Sabtu (14/08/2021), Sekretaris Pembinaan Rakyat Lampung (PRL), Sukardi, S.H, menganggap bantahan Wiwik sah-sah saja.

” Hak Beliau untuk membantah. Lebih  bagus lagi bantahan tersebut disertai bukti-bukti yang akurat. Seperti bukti transfer, dan dipublikasi. Kalau hanya kata-kata tidak akan membuat dugaan yang dituduhkan diterima begitu saja. Dan, perlu diingat, bukti tersebut (rekening transfer, red) bukan rahasia negara yang harus ditutup-tutupi, justru akan membersihkan namanya dari dugaan tersebut,” kata Sukardi.

” Acapkali kan kita memberikan bukti uang telah kita transfer kepada orang yang kita tuju sebagai bukti bahwa kita telah melakukan transaksi, transfer,” jelasnya.

Sukardi juga mengharapkan, Pengguna Anggaran Pemerintah dari Instansi manapun, sebaiknya transparan dalam pengelolaan keuangan Negara. Jangan ketika ada pemberitaan, lalu sibuk mencari cara membantah.

” Bantahan boleh saja. Tapi bantahan akan lebih efektif bila dibarengi pembuktian akurat, bukan dibuat hanya untuk sekedar membantah. Kemudian, Keterbukaan Informasi Publik (KIP) harusnya dikedepankan oleh pengguna anggaran. Pers, LSM dan Masyarakat punya tupoksi untuk mengontrol/ mengawasi setiap penggunaan keuangan negara yang bersumber sebahagian dari pajak masyarakat,” ujarnya.

Lanjutnya, bukan rahasia umum lagi ketika ada permasalahan, semua ikut bertanda tangan untuk membantah. Hal ini dapat dimaklumi, dengan pertimbangan bila tidak mengikuti arahan pimpinan akan mendapatkan sanksi, apalagi statusnya belum menjadi Pegawai/Karyawan Tetap, atau masih honorer.

Diberitakan sebelumnya, beberapa Tenaga Honorer SDN 1 Pardasuka, Kecamatan Ketibung, Lampung Selatan mengeluhkan sejak bulan Mei belum mendapatkan gaji,,sebut saja diantara mereka,Y, K , E .

Menurut mereka, dari sebelas tenaga honor plus operator terhitung sejak bulan Mei gaji mereka belum diberikan pihak sekolah.

“ Jadi di SDN 1 Pardasuka ini memang selalu telat mas, contohnya seperti ini ketika pencairan dana BOS bukan Mei kemaren, pihak sekolah membayarkan honor untuk bulan-bulan sebelumnya. Sementara untuk honor kami bulan Mei sampai Agustus kemungkinan akan dibayarkan setelah pemcairan dana BOS berikutnya,” jelas Y kepada awak media, Senin (02/08/2021).

Hal yang sama dikatakan K. Tetapi dirinya enggan memberikan keterangan banyak, dengan alasan takut mendapat amarah dari pihak sekolah.

“ Iya si, tapi bagaimana ya. Bingung. Kalau saya cerita banyak, pihak sekolah sudah menekan kami supaya jangan membicarakan hal ini dengan siapa pun. Kami ini honor mas, kalau banyak bicara nanti kami takutnya dipecat,” ujar K.

Kepala Sekolah SDN 1 Pardasuka, Wiwik Widaningsih S.Pd,  ketika diminta tanggapannya, awak media tidak banyak memberikan keterangan dengan alasan dirinya sedang diperjalanan ke Dinas Pendidikan.

“ Saya sedang diperjalanan ke Dinas Pendidikan Dinda, nanti ya, jangan dimuat dulu saya masih di jalan mau ke Dinas,” ucap Wiwik Widaningsih, Selasa (03/08/2021).

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris LSM Pembinaan Rakyat Lampung (LSM PRL), Sukardi, S.H, mengatakan, pihak sekolah yang tidak merealisasikan honor guru tepat waktu setiap bulan merupakan kejahatan.

“ Sekarang ini kan aturannya Honor guru harus diberikan kepada penerima setiap bulan, ngapain pihak sekolah menahan-nahan. Apa motivasi pihak sekolah? ” tanya Sukardi, saat diminta tanggapannya melalui sambungan selular, Selasa (03/08/2021).

Menurut sumber yang dapat dipercaya, SDN 1 Pardasuka harus mengeluarkan kurang lebih dua belas juta setiap bulan nya untuk membayar tenaga honor plus operator.  (Jaya/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed