Luhut: Presiden Enggak Bisa Diatur, Jadi Enggak Ada Yang Bisa Larang

Nasional854 Dilihat

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menegaskan, Presiden Joko Widodo yaitu sosok orang yg tak mau diatur-atur.

Pernyataan tersebut merespons pernyataan Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono yg menyatakan, ada tiga orang di lingkar Jokowi yg melarang Presiden bertemu SBY.

“Presiden itu, sesuatu yg mau aku bilang ke Anda-Anda, enggak dapat diatur-atur. Jadi enggak adalah yg mampu melarang-larang Presiden (bertemu SBY),” ujar Luhut di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Jumat (3/2/2017).

“Orang itu tidak jarang salah melihat. Salah mempersepsikan, Presiden itu seolah-olah dapat diatur-atur sama si Badu, si Polan, Enggak pernah begitu,” kata dia.

Jokowi, menurut Luhut, memang yaitu seorang pendengar yg baik. Jokowi terus mendengarkan masukan dari kiri dan kanannya.

Namun, soal apa yg mulai diputuskan nanti, hal itu murni keluar dari kajian dan pertimbangannya sendiri.

“Presiden terus menerima pendapat, iyes. Beliau dengerin, beliau pelajari. Tapi beliau juga yg putusin sendiri,” ujar Luhut.

Sebelumnya, Susilo Bambang Yudhoyono yg juga Ketua Umum Partai Demokrat mengatakan, ada pihak yg melarang Presiden Joko Widodo bagi bertemu dengannya.

Pihak tersebut, kata SBY, adalah orang-orang yg berada di lingkaran Presiden.

“Konon, beliau (Jokowi) ingin bertemu dengan saya, tetapi dilarang oleh beberapa atau tiga orang di sekitar beliau buat bertemu saya. Hebat juga dua-tiga orang itu dapat melarang Presiden bertemu sahabatnya,” kata SBY dalam informasi pers, di Jakarta, Rabu (1/2/2017).

SBY: Ada yg Larang Presiden Jokowi Bertemu Saya

SBY memendam keinginannya bagi bertemu dengan Presiden Jokowi. SBY ingin bertemu Jokowi bagi mengklarifikasi seluruh hal yg dikaitkan dengannya.

SBY merasa dituduh menggerakkan dan mendanai aksi damai pada 4 November 2016, tudingan terkait upaya makar, dan sejumlah tuduhan lainnya.

“Sayang sekali, aku belum ada kesempatan bertemu Presiden Jokowi. Kalau bertemu, aku ingin bicara blakblakan, siapa yg mengatakan keterangan dan intelijen kepada beliau kalau aku mendanai 411, dan lain-lain,” ujar SBY.

“Saya ingin melakukan klarifikasi secara baik, dengan tujuan dan niat yg baik, agar tak menyimpan praduga atau saling curiga,” ucapnya.

Kompas TV SBY Keluhkan Hoax, Ini Respons Presiden Jokowi

 

Sumber: http://nasional.kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *