
Penulis : Dewi Artha Hutasoit
Jurusan: Manajemen, Semester 5
Mahasiswi STIE Pembangunan Tanjung Pinang
Tanjungpinang, Kepri – Beritainvestigasi.com. Semua ekosistem kerja di industri manapun saat ini tentu menggunakan manajemen kinerja. Sistem manajemen ini mengatur setiap aktivitas operasi di perusahaan agar menjadi efektif.
Manajemen kinerja adalah tentang bagaimana perusahaan dapat menggunakan sumber dayanya agar menciptakan produk dengan efektif dan jika bisa dengan efisien juga.
Dalam berbagai industri, manajemen kinerja dianggap hal krusial yang jika dalam penerapannya terdapat keliru, maka akan menciptakan kesalahan yang berkelanjutan.
Dalam manajemen kinerja, para Manajer diharapkan mampu memastikan jika kegiatan operasional yang dilakukan perusahaan saat ini dapat mencapai tujuan perusahaan dengan cara yang efektif dan utamanya efisien. Ketika proses itu berlangsung, tentulah melibatkan beberapa fungsi manajemen kinerja agar tujuan dapat segera dicapai.
Fungsi pertama dari manajemen kinerja adalah merencanakan dan mengarahkan. Dalam hal ini, manajer dituntut untuk membuat perencanaan dan mengarahkan para karyawan untuk mencapai tujuan dengan cara yang telah direncanakan sebelumnya. Memang, tidak semua rencana dapat berhasil 100%, hanya saja ketika itu dikelola dengan baik, maka bukan tidak mungkin operasionalnya berjalan dengan efektif dan efisien. Manajer mengarahkan karyawan-karyawan tentang apa yang harus dilakukannya, apa yang menjadi tanggung jawab dan bagaimana cara mereka agar berkontribusi dalam mengembangkan kinerja perusahaan.
Hal kedua berkaitan dengan fungsi menyamakan tujuan. Setiap perusahaan atau bisnis yang dibangun pasti memiliki tujuannya masing-masing. Ada yang hanya fokus mendapat keuntungan sebanyak-banyaknya, ada yang berfokus melebarkan sayap ke kancah internasional, ada yang membangun bisnis semata untuk kebutuhan sehari-hari dan tak berniat mengembangkan atau membuat produk inovasi di perusahannya, ada juga yang mendirikan dan membangun perusahaan dari tahun ke tahun karena memang berbisnis adalah hobinya, serta banyak alasan lainnya. Tujuan perusahaan harus ditekankan ke seluruh lapisan sumber daya manusia di perusahaan. Dengan begitu, mereka semua akan menjalankan tugas dan operasional perusahaan dengan cara-cara efektif dan efisien agar mencapai tujuan yang diinginkan.
Maka dari itu, setiap perusahaan memiliki visi dan misinya tersendiri. Perusahaan-perusahaan ini memiliki rencana jangka panjang yang mana merupakan tujuan perusahaan tersebut (visi) dan rencana-rencana jangka pendek (misi) yang akan diselesaikan secepat mungkin agar segera mencapai tujuan jangka panjangnya.
Ada fungsi ketiga. Fungsi ini berkaitan dengan pemantauan kinerja para karyawan. Fungsi monitoring dalam manajemen kinerja namanya. Ia berguna untuk memantau seluruh sumber daya manusia yang ada di perusahaan. Contohnya ketika memantau kinerja karyawan, seorang manajer kinerja akan memastikan bahwa karyawan-karyawan perusahaan bekerja sesuai Jobdesk yang diberikan padanya. Hal ini berguna agar tidak ada karyawan yang tidak bekerja efektif/tepat sasaran. Jika bekerja tidak sesuai jobdesk, maka rencana dan pengorganisasian yang dilakukan sebelumnya menjadi sia-sia.
Fungsi berikutnya adalah pelatihan. Dalam manajemen kinerja, pelatihan dipersiapkan untuk karyawan-karyawan perusahan agar meningkatkan kemampuan mereka. Pelatihan-pelatihan ini juga dikoordinir oleh manajemen sumber daya manusia. Sistem ini berguna untuk seluruh perusahaan agar karyawan-karyawan yang dimiliknya semakin bagus kualitasnya karena dalam sebuah bisnis, karyawan adalah investasi besar perusahaan. Semakin berkualitas karyawan, maka semakin meningkat nilai perusahaan tersebut.
Setelah pelatihan, ada sistem umpan balik yang juga krusial bagi perusahaan. Dalam fungsi ini, setelah karyawan menjalani tahap pelatihan dan mengembangkan kinerja yang dimilikinya, maka akan ada umpan balik dari perusahaan terhadap para karyawan seperti adanya ulasan kerja, komentar pujian atau kritik, serta evaluasi tahunan karyawan juga termasuk di dalamnya. Umpan balik ini berguna untuk perusahaan dan karyawan dikarenakan hal ini menandakan jika pekerjaan dan kerja sama tim berlangsung dalam dua arah. Karyawan melakukan pekerjaannya dan perusahaan memberikan umpan balik. Nantinya, efek panjang dari umpan balik ini adalah peningkatan kinerja dan kualitas karyawan perusahaan.
Selanjutnya, ada fungsi pengakuan dan penghargaan. Manajer kinerja dan sumber daya manusia melakukan fungsi ini setelah melihat kinerja karyawan dalam menjalankan tugasnya. Bentuk-bentuk penghargaan yang dapat diberikan kepada karyawan berupa naik gaji, bonus, atau jenjang karir yang lebih baik. Bentuk pengakuan dapat berupa pujian dan perilaku baik. Penghargaan dan pengakuan ini dapat memotivasi karyawan untuk meningkatkan kinerjanya. Jika perusahaan menerapkan fungsi ini terus-menerus, maka karyawan di perusahaan akan cenderung loyal.
Semua fungsi ini saling berkaitan di perusahaan terkhusus ketika perusahaan fokus mengembangkan kinerja karyawan. Agar semua fungsi di perusahaan saling berkesinambungan, maka diperlukanlah kerjasama antar fungsi organisasi satu sama lain. Bukankah tujuan utama perusahaan didirikan adalah untuk menyejahterakan pemegang saham dan meningkatkan nilai perusahaan? Maka dari itu, manajemen kinerja sangat berpengaruh dibagian ini. Para pemegang saham akan senang jika mendapat keuntungan besar, dan rasa senang mereka dapat meningkatkan nilai jual perusahaan terutama di pasar modal.
Para investor di suatu perusahaan pasti melihat kemampuan perusahaan dalam mengoperasikan bisnisnya dan mempertahankannya dalam jangka panjang. Mereka tentu tidak mau berinvestasi jika yang mereka dapat justru tak sesuai dengan keinginan apalagi jika perusahaan tersebut dijalankan dengan manajemen yang amburadul. Bagi sebuah perusahaan, manajemen adalah hal yang penting karena itulah pusat pengelolaan bagi perusahaan. Jika manajemen tidak berkembang, maka tak butuh waktu lama bagi perusahaan menemui jurang kehancurannya.
Sistem manajemen kinerja ini tidak hanya berlaku untuk karyawan secara individu, namun ruang lingkupnya lebih besar lagi. Lewat manajemen kinerja ini, perusahaan dapat mengintegrasikan kinerja-kinerja para karyawannya agar dapat mencapai tujuan perusahaan. Tentu proses integrasi ini tidak mudah dilakukan apalagi semakin hari hambatan dan ancaman yang muncul dari luar terus menguat sementara kekuatan dan kelemahan internal perusahaan kadangkala mampu bergerak seperti bom waktu pula. Maka dari itu, pengaturan sistem manajemen kinerja dinilai efektif jika penerapannya dilaksanakan secara baik dan terus dikontrol secara berkala.
Sebuah perusahaan yang memiliki manajemen kinerja bagus akan menambah nilai perusahaan tersebut. Lewat nilai perusahaan tersebut, nama perusahaan akan semakin naik dan berharga di pasar modal. Hal ini dapat memancing para investor-investor baru untuk berinvestasi kepada perusahaan. Oleh karenanya, kelolalah kinerja dengan baik dan integrasikan sistem manajemen kinerja andal di perusahaan Anda dan lihatlah dampak panjang yang akan ditimbulkannya. (Redaksi).
Editor : Wesly (Asesor Sertifikasi Kompetensi Wartawan/SKW).





















