Lingga, Kepri-Beritainvestigasi.com Lingga.Masyarakat kecamatan Selayar merasa kesal karena sering mati lampu dan jadwal berobah robah, secara bergiliran hingga mengganggu aktivitas di rumah maupun untuk usaha rumah tangga.seperti di kutib dari grup wathssp pulau Selayar pada Minggu (16/07/2023)
“Mohon di kaji lagi jadwal nye bapak2 ye ,kalau memang masih bise di atur ,kalau tidak pon terus kan lah”
Dan juga”Setuju juge sekalian dgn tim PLN nya di kaji ulang lagi…biar lbh maksimal lagi dlm bekerje..” dan masih banyak lagi kata kata yang di lanturkan ,Karene kekesalan di hati mereka.
Dengan seringnya mati aliran listrik di kecamatan Selayar masyarakat banyak mendapat kerugian,banyak alat alat elektronik yang rusak,Baik itu kulkas,kosmos nasi,Tv dan lain sebagainya,
Pendi sebagai tukang servis elektronik juga merasa kesal sama PLN yang tidak setabil,ia menyampaikan kebanyakan alat alat yang rusak ,seperti kulkas itu sangat parah sekali ,kalo rusaknya sikit mending ini rata rata pengaruh Aliran listrik,mesin kulkas mati total ,itu klo di perbaiki bukan murah harganya,sehingga menjadi numpuk di bengkel ungkapnya.
Hal ini sangat dirasakan masyarakat sekecamatan selayar,Dengan matinya aliran listrik membuat suasana rumah gelap dan anak sekolah tidak bisa belajar dengan baik.
Selama beberapa bulan terakhir, kondisi daerah kecamatan selayar sering gelap, ini menunjukan kurangnya perhatian pihak pemerintah terhadap pelayanan yang diberikan oleh perusahaan penyedia arus listrik, Pendy Berharap kepada pihak pemerintah setempat seperti camat ,tolong sama sama pikirkan masyarakat kecil seperti kami ini,perjungkanlah hak kami ,kami pengen tenang,pengen nyaman,pengen terang.
Dikecamatan Selayar ini ,sudah dikatan maju,tapi semua butuh emosi baru dapat hasil di nikmati masyarakat,Aliran listrik mati,PDAM juga sering mati,asik gitu terus ,kami lelah juga dengan hal seperti ini.
kita semua sangat paham , sebentar lagi akan menggelar pesta demokrasi dengan terjadinya seperti ini “Pemadaman listrik jangan sampai ada yang memanfaatkan untuk tujuan politik,”
Pendy















