oleh

Miris….!!! Terjadi Lagi Penarikan Paksa Kendaraan Oleh Debt Collector di Kota Pontianak

Pontianak, Kalbar – Beritainvestigasi.com. Penarikan paksa kendaraan di jalan menggunakan jasa Debt Collector di Kota Pontianak masih eksis dan menjadi momok serta belum tersentuh hukum, perihal tersebut adalah tindakan yang diduga melanggar hukum. Demikian di ungkapkan Ali Muhamad, Wakil Sekretaris Komda LP-KPK Kalbar.

Penarikan kendaraan yang menunggak pembayaran cicilan sebagaimana yang telah diatur dalam peraturan Undang-Undang, Eksekusi hutang piutang telah diatur dalam UU No. 42 tahun 1999 dan Peraturan Menteri Keuangan No. 130 PMK/010 PMK) tahun 2012. pasal 1, 2, 3 dan pasal 4.

” Namun sering terjadi pihak Leasing menggunakan debt collector atau yang disebut pihak external illegal yang tidak jelas legallitas dan badan hukumnya,” ungkap Ali.

Seperti yang dialami SP seorang Mahasiswa asal Kabupaten Kayong Utara beberapa hari yang lalu.

Pada saat SP sedang mengendarai motor jenis Vario berwarna putih dengan No. plat KB 3152 KZ tiba-tiba dihadang oleh 3 (tiga) orang yang tidak dikenal di jalan Ahmad Yani 1, tepatnya di depan Prodia dekat Indomaret, pada hari Kamis (19/05/2022) sekira pukul 17.00 WIB.

Dalam insiden tersebut, SP, Mahasiswa semester 2 Parodi Hukum di salah satu universitas di Kota Pontianak itu kehilangan kendaraan ditangannya yang mana motor tersebut adalah milik paman/bibinya yang pada saat itu dikendarainya.

“Pada saat mengendarai kendaraan bemotor di jalan A. yani 1 depan Prodia dekat Indomaret ada 3 orang mencegat dan menyuruh saya untuk berhenti dengan alasan motor nunggak dan memaksa untuk membawa motor yang saya kendarai ke kantor FIF Kota Pontianak,” tutur SP.

Selanjutnya ketiga orang tersebut menggiring dirinya ke Kantor FIF di Jalan M Sohor, karena ramai dan sangar, SP menjadi takut, dan terpaksa ikut sampai ke kantor FIF.

Setelah itu motor diamankan dan STNK juga dipinta dengan alasan pinjam sejenak.

“Kunci diambil dan disuruh menandatangani berkas yang disodorkan kontrak atas nama Almujamil, Paman Saya yang beralamat di Desa Sungai Raya Kepulauan dan sekarang sedang berada di Pulau Sangian, Jawa Timur,” lanjut SP.

Mengalami hal yang tidak menyenangkan, kemudian SP langsung bergegas ke Polresta Pontianak untuk membuat laporan akan kejadian tersebut, namun setelah menceritakan kronologisnya laporan SP sampai saat ini terkesan diabaikan.

Dihimbau kepada publik di Kalimantan Barat yang merasa kendaraannya menunggak jika ditarik di jalan atau datang ke rumah agar tidak mudah menyerahkan kendaraannya sebelum debt collector menunjukan
Adanya Sertifikat Fiducia asli serta Surat Kuasa atau Surat Tugas penarikan asli,
kartu Sertifikat Profesi asli,
Kartu Indentitas/KTP asli.

Merujuk pada Undang-undang No. 42 tahun 1999 tentang jaminan fiducia agar tidak sepihak.   (Vr).

Editor : Wesly (Asesor Sertifikasi Kompetensi Wartawan/SKW).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 komentar

  1. Pantas aja tidak direspon laporannya sama pihak polresta,unit atas nama,yg punya kontrak juga sudah tidak diketahui keberadaannya,telatnya juga sudah bertahun,mau makai motor tapi bayar kok gak mau