Pentingnya Manajemen Kinerja Dalam Transformasi Digital

Kepri, Tanjungpinang773 Dilihat

Oleh :
Muchhammad Zikri Basid
Jurusan : Manajemen
Instansi : STIE Pembangunan Tanjungpinang.
08 Oktober 2022

Tanjungpinang, Kepri – Beritainvestigasi.com. Transformasi digital terus terjadi hari demi hari di seluruh sektor industri dalam negeri. Pemerintah bahkan memberlakukan transformasi digital ini sebagai sebuah agenda serius yang harus dipercepat.

Agenda pemerintah tentang transformasi digital ini meliputi penyelesaian infrastruktur internet, pembangunan sumber daya manusia yang melek digital, pembangunan pusat data dan ekonomi digital serta hal-hal pendukungnya.

Pasca pandemi Covid-19, banyak sektor berjatuhan. Tak ada cara lain untuk merubah keadaan selain beradaptasi dengannya. Momentum ini digunakan untuk beradaptasi dengan perubahan agar semua sektor dapat bertahan dan kembali menguasai pasar. Pemerintah terus berusaha membangun kembali infrastruktur transformasi digital selama tahun-tahun tersebut.

Tujuan transformasi digital ini meliputi penciptaan layanan publik yang cepat dan efisien, membangun wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), serta menambah akses internet untuk masyarakat.

Di tengah isu-isu yang beredar, Indonesia dikatakan masih tertinggal dalam hal kecepatan internet dan jumlah pengguna internet. Dengan adanya transformasi digital, diharapkan Indonesia menanjak maju sedikit-demi sedikit agar tak tertinggal dengan negara lain perihal digitalisasi. Transformasi digital dihadirkan seiring dengan perubahan dunia yang terjadi semakin cepat bahkan tanpa kita sadari sekalipun.

Tiap hari, ada saja inovasi-inovasi bisnis digital, start-up yang didirikan, serta transaksi-transaksi digital yang kian bertambah.

Sektor-sektor yang kini gencar bertransformasi digital mulai merambah lebih luas melingkupi sektor pemerintahan, sosial, layanan publik, kesehatan, pendidikan, industri, penyiaran, maupun perdagangan. Tentunya semua ini dipengaruhi oleh integrasi dari pusat data nasional yang mengawasi jalannya transformasi digital.

Dalam transformasi digital yang sedang berjalan kini, diharapkan semua masyarakat ikut berperan aktif di dalamnya. Bukan hanya dari kalangan atas, semua kalangan mulai melakukan perubahan seiring tren digitalisasi yang meluas. Contoh kecil misalnya, sekarang warung-warung kecil dan UMKM sudah mulai membukukan keuangannya dengan aplikasi digital, memasarkan produknya melalui sosial media dan e-commerce, serta mulai mengedukasi pelanggan yang sesuai dengan target pasarnya. Ini bermakna bahwa agenda transformasi digital perlahan mulai terwujud.

Untuk menghadapi era transformasi digital ini, diharapkan para digital talent semakin ramai bermunculan. Orang-orang yang berkemampuan di bidang teknologi digital ini sedang banyak dibutuhkan. Banyak dari mereka yang terus belajar dari berbagai sumber agar memenuhi kualifikasi sebagai digital talent. Contoh posisi digital talent yang banyak dibutuhkan saat ini adalah Digital Marketer, Website Developer, Apps Developer, UI/UX Designer dan lain sebagainya.

Tentunya dalam sebuah persaingan, yang paling unggul akan menempati posisi yang diinginkan. Generasi muda zaman sekarang berlomba-lomba meng-upgrade skill terus-menerus dikarenakan perubahan juga terjadi setiap hari. Dalam proses itu, dibutuhkan manajemen kinerja yang akan membantu bukan hanya para digital talent, namun juga perusahaan dalam kegiatan operasionalnya setiap hari.
Perusahaan pasti mencari cara paling efektif, konsisten dan efisien dalam menjalankan kegiatan operasinya. Dengan begitu, mereka mampu memperoleh laba maksimum dengan biaya yang minimum. Hal ini dapat dicapai dengan diberlakukannya pemahaman tentang apa target yang hendak dicapai dan cara efisien untuk mencapainya.

Manajemen kinerja adalah proses dalam mencapainya. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah merencanakan. Perencanaan dibuat oleh perusahaan untuk mengetahui target apa yang hendak dicapai, dengan apa mencapainya, siapa yang akan berperan di dalamnya dan berapa banyak sumber daya yang harus dikeluarkan. Tanpa adanya perencanaan, maka suatu target tidak akan tercapai.

Langkah kedua adalah pengorganisasian, yang mana ini perihal menempatkan sumber daya manusia dengan tepat dan sesuai agar mereka berperan sebagaimana mestinya. Langkah ini penting dalam manajemen kinerja dikarenakan tanpa pengorganisasian, sumber daya manusia bisa saja tidak sesuai dengan tempatnya dan menyebabkan rencana yang semula dilakukan menjadi berantakan. Jika pengorganisasian tidak dilakukan, maka kinerja sumber daya manusia akan berkurang atau justru tidak terlihat karena ditempatkan tidak pada tempatnya.

Hal ketiga yang dilakukan adalah monitoring. Dalam pengarahan, manajemen memastikan bahwa semua sumber daya manusia berperan sesuai dengan perannya masing-masing. Tidak ada yang melenceng ataupun menyimpang. Jika mereka tidak sesuai dengan perannya, maka kerja menjadi tidak efektif. Jika kerja tak efektif, tak menutup kemungkinan jika kinerja perusahaan akan terus menurun.

Langkah berikutnya adalah pelatihan dan umpan balik. Di langkah ini, sumber daya manusia yang tadinya sudah dibagi dan dimonitoring, akan diberikan pelatihan dan umpan balik. Tujuan pelatihan adalah untuk menambah pengetahuan dan keterampilan sedangkan pemberian umpan balik dilakukan agar sumber daya manusia perusahaan dapat memperbaiki dan meningkatkan kembali kemampuannya.
Elemen terakhir adalah pengakuan dan penghargaan.

Setelah sumber daya manusia perusahaan bekerja dengan cukup baik dan membanggakan, perusahaan hendaklah memberikan pengakuan dan penghargaan kepada mereka. Cara ini bermanfaat untuk peningkatan motivasi para sumber daya manusia di perusahaan sekaligus penghargaan terhadap diri masing-masing atas kerja keras yang berhasil dilakukan.

Semua elemen manajemen kinerja di atas penting dilakukan di era transformasi digital ini. Kini, sejak adanya teknologi, start-up, bubble economy, resesi dan inflasi yang kian menjamur, dibutuhkan pengelolaan manajemen kinerja yang tepat pula. Kita tidak tahu kapan inflasi akan terjadi. Jika pengelolaan perusahaan akan kinerja tidak efektif, besar kemungkinan pengelolaan akan bidang lainnya menjadi kurang efektif juga. Hal ini bisa berujung pada perusahaan yang tak akan bisa lagi beroperasi atau dengan kata lain bangkrut.

Manajemen kinerja perlu diperhatikan di semua perusahaan di era transformasi digital. Dengan adanya pengelolaan akan kinerja, diyakini perusahaan dapat menjalani era transformasi digital ini dengan sukses. Ditambah lagi kini dalam menjangkau pasar, perusahaan jauh lebih mudah dibanding era sebelum digitalisasi. Oleh karena itu, hendaklah memanfaatkan era transformasi digital ini dengan sebaik-baiknya agar perusahaan akan terus bersinar di era-era selanjutnya.  (Red).

Editor : Wesly (Asesor Sertifikasi Kompetensi Wartawan/SKW).


Catatan : Redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dengan menggunakan Hak Jawab sebagaimana diatur dalam UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *