oleh

Petani Sahang DiLupakan

Lingga, Mei 2018.
Miris naseb petani yang berada Di kabupaten lingge provinsi kepri, yang mana selama bercocok tanam Sahang tidak mendapat tempat yang manusiawi dari pemerintah setempat.
Seperti yang telah dikisah kan oleh salah seorang petani Sahang sebut saja namanya Sk.
Sk menanam Sahang sejak puluhan tahun lalu, dengan modal sendiri tanpa ada sentuhan dari pemerintah Lingge tutur Sk kepada media ini dikediaman nya Dabo 8/5.
Karena untuk kelangsungan hidup Sahang ini diperlukan pupuk,karena harga pupuk itu lumayan mahal harganya ungkap Sk lagi.
Sekarang Bupati Lingge sibok dengan program sawahnya Dan sengaja akan lupakan komoditi lain seperti Sahang.
Jadi guna kelangsungan hidup Sahang beberapa petani terpaksa berhutang dengan tengkulak yang ada di Dabo tegas Sk dengan kesal.
Untuk harga per kilo nya Sahang cukup lumayan tinggi mencapai 150 ribu perkilo.
Namun karena berhutang dengan tengkulak maka harganya menjadi turun drastis, mau tak mau terpaksa lah menjual nya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.