Proyek Penimbunan Bandara Ketapang Kangkangi Aturan, CV.Joss Diduga Gunakan Material Galian Tanpa Izin

Ketapang6157 Dilihat

lokasi pengambilan Material tanah laterit untuk penimbunan Bandara Rahadi Usman foto: team PWK

Ketapang, Kalbar – Beritainvestigasi.com. Diduga tidak kantongi izin galian C, CV. Joss Kendawangan terindikasi labrak aturan dalam mensuplai material tanah laterit untuk penimbunan lapangan bandara Ketapang.

Perihal tersebut awalnya diungkap oleh H. Ujang Anis pemilik lahan bersertifikat yang tanah/materialnya dikeruk oleh CV. Joss, tepatnya berlokasi di Desa Mekar Utama, Sungai Gayam Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Menurut penuturan H.Ujang Anis bahwa sejak tahun 2020 hingga tahun 2024 tanahnya yang dikeruk oleh CV.Joss Kendawangan mencapai kedalaman hingga 20 meter, dengan lebar tanah yang dikeruk sekitar 20 meter dan panjang 100 meter dengan menggunakan alat exavator merk Hitachi warna orange tanpa ada seizin dirinya selaku pemilik tanah bersertifikat dengan no 1360 yang Sah.

“Yang dikeruk oleh CV.Joss Kendawangan dikeruk pada bagian belakang lebar sekitar 20 meter dengan panjang 100 meter, “tutur H Ujang Anis.

Lebih lanjut H Ujang Anis menuturkan pada bulan Agustus tahun 2020 bahwa Ramses(pemilik CV Joss) sudah melakukan pengerukan di area tersebut untuk keperluan penimbunan perusahaan di KBS desa Pagar Mentimun.

“Yang mana waktu itu secara lisan Ramses berjanji akan membayar tanah tersebut jika proyek masih berjalan katanya, namun pengerukan tetap berjalan terus dan tanah tidak dibayar juga oleh Ramses sampai saat ini,”lanjutnya.

Pada tahun 2023 H.Ujang Anis kemudian kembali menemui Ramses yang pertemuan terjadi di Pantai Jambat Sungai Kayam saat itu guna menanyakan perihal tanah yang sudah dikeruk nya sebagian itu. H Ujang Anis mempertanyakan bagaimana proses pembayaran nya…? Namun jawaban Ramses saat itu dengan beralasan tanah milik H. Ujang Anis tersebut tidak masuk dalam izin.

“Sampailah waktunya hingga sekarang ini belum ada kejelasan ulang dari Ramses, ” terangnya.

Sementara itu, pantauan media ini di lokasi tersebut aktifitas  penambangan tanah laterit  ini menggunakan alat berat, yang kemudian tanah ini di suplai ke konsumen yang membutuhkan degan menggunakan angkutan Dum Truk.

Awak media sempat menemui salah satu keluarga pemilik tanah untuk dikonfirmasi dan menyampaikan nada yang sama, bahwa ia menyangkan juga aktifitas tambang tanah laterit itu mengeruk masuk dalam tanah milik H Ujang Anis.

Guna mendapat keterangan yang berimbang awak Mediakonfirmasi kepada Ramses, yang menjelaskan bahwa pihaknya belum mengetahui secara jelas karena tanah mereka bertambiran.

“Belum tahu pak,memang tanah nya tambiran tanah kami,” jelas Ramses melalui sambungan WhatsApp Selasa (06/02/2024).

lanjut Ramses mengatakan kalau H. Ujang Anis pernah menawarkan tanahnya kepada dirinya namun belum di pastikan karena saat itu Ramses sedang sakit.

“Tanah nya di tawarkan sama saya pak,saya bilang tunggu dulu. Saya nopember tahun kemarin sakit, “kata Ramses.

Dan Ramses mengakui kalau pengerukan yang dilakukan memang mengenai tanah H Ujang.

” Tanah beliau tu kena gali sebagian ujung jalan bulan september 2023 kurang lebih  lebarnya  3 meter panjang belum saya tahu, karna beliau minta saya bayar semua tanah nya, “papar Ramses.

Saat ditanyai mengenai izin, Ramses menjelaskan kalau CV Joss izin nya atas nama Ismail namun sejak bulan Desember sudah berakhir masa nya.

“Oh…izin CV Joss an ismail tanggal 21 desember sudah habis masa berlakunya, suplainya tanah ke bandara sebelum masa aktif nya habis, ada kirim sampai tgl tanggal 16 Desember, Ini uda dilunasi semua pak,” jelas Ramses.

Awak media kemudian lanjut konfirmasi Terkait pekerjaan di Bandara Rahadi Usman. Dimana CV. Joss dikabarkan mensuplai tanah latrit sebanyak 5000 meter kubik.

Andri perwakilan Ramses membenarkan kalau untuk penimbunan lapangan bandara materialnya berasal dari Kendawangan yang lahan nya masih sengketa, namun yang sudah terlaksana hanya sebanyak 1600 meter kubik terialisasi ke bandara.

“CV Joss kendawangan suplai kan tanah latrit ke bandara  Rahadi Usman yang masih dalam Sengketa lahan tanah dengan  H Ujang Anis. Itu semua perkataan pak Ramses benar, “kata Andri saat di wawancarai (06/2/2024) siang.

Sementara pihak pelaksana proyek Berryatna Eka Putra dikonfirmasi membenarkan adanya CV Joss telah suplai tanah latrit ke bandara Rahadi Usman Ketapang.

” Benar, CV. Joss telah menyuplai tanah laterit ke Bandara,” Singkat Berryatna Eka Putra melalui sambung WhatsApp Selasa(06/02/2024)pukul 14:21

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *