oleh

PT. Growa Indonesia Masih Beroperasi , Rekomendasi Abdul Wahid Hanya Gertak Saja

Lingga, Kepri – Beritainvestigasi.com.  Setelah hasil investigasi oleh Abdul Wahid anggota komisi VII DPR RI, didampingi Wakil Bupati Lingga, Neko Wesha pawelloy di dua lokasi perusahaan tambang pasir di wilayah Desa Tanjung Irat, Kecamatan Singkep Barat , Kabupaten Lingga pada 17 Agustus 2021 yang lalu.

Dari hasil temuan pelanggan yang dilakukan PT. Growa Indonesia, dengan tegas Abdul Wahid merekomendasikan menutup perusahaan tersebut. Dalam video rekaman berdurasi 02 menit 09 detik yang terekam kamera handphone awak media ini di lokasi tambang. Terlihat dan terdengar dengan jelas kemarahan Abdul Wahid akibat ulah pengusaha tambang yang tidak mengikuti aturan, dan terancam akan di cabut izin IUP nya (Izin Usaha Pertambangan) ,salah satunya PT. Growa Indonesia

“Kita tidak melarang kalian menambang tentu harus ikut prosedur. Kalau seperti ini sudah gak bener cara nambangnya, mau jadi apa tanah negara ini nanti pak, bisa hilang pulau kalau ini dibiarkan. Ini jadi laut, danau Sebira. Izinnya berapa meter sih kedalamannya? Ini bukan galian batuan lagi sih pak, ini sudah gak benar ini,” tegasnya dengan nada marah besar pada saat itu.

Kemarahan seorang Abdul Wahid sebagai anggota DPR RI tidak berlaku bagi pengusaha perusahaan PT. Growa Indonesia, pasalnya, hingga hari ini perusahaan tersebut masih melakukan aktivitas seperti biasanya.

Informasi beraktivitasnya PT. Growa Indonesia ini dijelaskan Kabid PPLH Kabupaten Lingga melalui sambungan telepon selulernya saat dikonfirmasi wartawan pada Minggu (12/09/2021) sekira pukul 13.30 WIB, dengan jelas mengatakan, masih beroperasi pak , karena yang berwenang untuk menutup itu bukan kami, itu wewenangnya ESDM Provinsi Kepulauan Riau , karena yang mengeluarkan izin mereka semua. informasinya dari hasil sidang kemaren biasanya mereka beroperasi 3 panglong , sekarang mereka beroperasi hanya 1 panglong,” jelas Joko, Kabid Penataan dan pendatan PPLH.

Hal yang sama juga diungkapkan Camat Singkep Barat, Febrizal Taufik.

” Dalam hal ini bukan saya tidak mengetahui, karena ini adalah wewenang pemerintah daerah kabupaten dan Pemerintah provinsi karena mereka yang mengeluarkan izin.” jelas Camat Singkep Barat.

Hingga berita ini ditayangkan , Humas PT. Growa Indonesia Arman Arsyat enggan untuk memberikan jawaban. Ketika dikomfirmasi wartawan terkait aktivitas tambang tersebut dan berakhir dengan pemblokiran nomor WhatsApp wartawan.

Diminta kepada anggota DPR RI Komisi VII, Abdul Wahid, untuk menindaklanjuti hasil investigasi yang sudah bapak lakukan dan sejauh mana ketegasan babak yang katanya akan mencabut izin IUP PT. Growa Indonesia , yang faktanya perusahaan tersebut masih melakukan aktivitas.  (Budi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed