Refleksi Hari Raya Idul Adha, Yudi Iskandar : Pemimpin Harus Berkorban demi Rakyat

Keterangan Photo, Yudi Iskandar Tokoh Masyarakat Bintan

Bintan-Beritainvestigas.Com. Momentun hari raya idul Adha yang dijalani umat muslim tahun ini, dimaknai olehnya sebagai memontum refleksi pengorbanan bagi diri sendiri sebagai ruh dari nilai idul Adha yang terinspirasi dari pengorbanan Nabi Ibrahim AS terhadap, anak nya Nabi Ismail AS.

Untuk menjadi seorang Pemimpin sejati, keberanian dan pengorbanan terhadap masyarakat menjadi dasar utama, apa lagi disaat -saat sulit seperti ini pemimpin harus berani berkorban, tidak hanya menjadi slogan.

“Saya mengucapkan selamat hari raya idul adha, 1442 H. Semoga kita semua diberkahi oleh Allah SWT atas pengorbanan yang ada. Tahun ini, dimasa pandemi wabah Covid-19 kita di uji untuk membuktikan kepedulian dan pengorbanan kita,  dimoment hari raya idul adha saya memaknai berkorban adalah jiwa seorang Pemimpin sejati, bukan orang yang mempunyai banyak pengikut, tapi komitmen pengorbanan terhadapa rakyatnya harus nyata dan menciptakan pembelajaran yang bijak dalam memimpin,” Tutur Yudi

Yudi mengatakan, Kalau pemimpin mau memposisikan dirinya dan mengambil hikmah pelajaran dari Nabi Ibrahim AS, seorang pemimpin berkorban untuk masyarakatnya, dibandingkan kepentingan pribadi, golongan, serta sikap keegoan seorang pemimpin, dirinya yakin Kabupaten Bintan akan banyak perubahan besar dinegri ini. Jadilah pemimpin yang mau berkurban jangan hanya slogan. Berkurban untuk masyarakat, Daerah dan Bangsa.

“Seorang pemimpin tentu pola pikirnya  otomatis akan berubah. Namun apa yang kita pikirkan belum tentu menjadi kehendak masyarakat. Sesekali tanyakan pada masyarakat setiap kali bertindak. Harapan saya, Nomor satukan masyarakatmu tentang apa keluh kesahnya atas kepemimpinanmu, bukan menghindar dari ocehan yang mengkritikmu, maka engkau akan di sebut pemimpin sejati,” Jelas Yudi.

Yudi mengatakan Menjadi pemimpin juga bisa dimulai dari hal kecil, yang buat masyarakatmu lebih tenang dalam tidurnya ketika malam sunyi berlalu, bukan sebagai penghalang tidurnya yang datang dalam mimpi buruk. berikan kesejahteraan bagi rakyat bukan retorika semata, ketika Anda telah terpilih menjadi seorang pemimpin. Wujudkan janji politikmu dan berkorbanlah untuk kemajuan masyarakat dan daerah yang kita cintai, agar jadi pemimpin tidak di tagih janjimu dikemudan hari.

” Ingatlah selalu bahwa orang-orang kecil-lah yang membuat Anda duduk di kursi yang empuk itu. Tidak boleh lupa akan jasa mereka, yang telah memberikanmu dukungan, sekaligus menitip harapan. Dengarlah harapan atas nama masyarakat, pakaianmu yang mewah bukanlah milikmu tapi milik rakyat. Tanamlah nama rakyat di dalam hatimu hingga kau tak salah langkah atau rakyat akan mengamuk. Orasimu di panggung politik dinantikan masyarakatmu. Saya mengajak kita semua tumbuh kembangkan sikap pahlawan yang mau berkurban untuk meneladani kepemimpinan sikap mulia Nabi Ibrahim AS,” Ungkapnya.

Recommended For You

About the Author: Redaksi

mulai berbenah tahun 2016 hingga sekarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *