Ketapang, Kalbar–Beritainvestigasi.com (04 Maret 2026) Krisis layanan listrik masih membayangi warga Desa Air Hitam Hulu, Kabupaten Ketapang. Hingga kini, pasokan listrik di desa tersebut dilaporkan hanya menyala sekitar 12 jam setiap hari, yakni mulai pukul 16.00 WIB hingga 06.00 WIB.
Kondisi ini disebut bukan persoalan baru. Sejumlah warga mengungkapkan, keterbatasan listrik telah berlangsung bertahun-tahun tanpa adanya peningkatan layanan signifikan. Situasi tersebut memicu tanda tanya besar terkait pemerataan infrastruktur energi di wilayah pedesaan.
“Kalau siang hari listrik tidak hidup, aktivitas usaha kecil, anak sekolah belajar, hingga kebutuhan rumah tangga menjadi terbatas. Saat berbuka puasa pun pernah mati,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Dampak Ekonomi dan Pendidikan
Keterbatasan listrik di siang hari berdampak langsung pada produktivitas masyarakat. Pelaku usaha mikro mengaku kesulitan mengoperasikan peralatan yang membutuhkan daya listrik stabil. Aktivitas penggilingan, pendingin makanan dan minuman, hingga usaha rumahan lainnya terpaksa berhenti saat aliran listrik padam.
Di sektor pendidikan, siswa tidak dapat memanfaatkan perangkat elektronik untuk belajar daring maupun mengakses materi tambahan. Kondisi ini dinilai memperlebar kesenjangan layanan pendidikan antara desa dan wilayah perkotaan.

Momentum bulan Ramadan pun tak luput dari dampak. Beberapa warga mengaku pernah mengalami pemadaman saat waktu berbuka puasa, menambah keresahan masyarakat.
Pertanyaan Soal Pemerataan Layanan
Warga mempertanyakan penyebab belum optimalnya layanan listrik di desa mereka, sementara sejumlah wilayah lain di Kabupaten Ketapang telah menikmati listrik 24 jam penuh. Mereka mendesak adanya transparansi dan penjelasan resmi dari pihak terkait, termasuk dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai penyedia layanan.
Selain itu, masyarakat berharap pemerintah daerah turun tangan memastikan percepatan peningkatan infrastruktur kelistrikan, mengingat listrik merupakan kebutuhan dasar yang menopang pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup warga.
Harapan Perubahan
Warga Air Hitam Hulu menegaskan, tuntutan mereka bukan sekadar soal kenyamanan, melainkan hak atas layanan dasar yang setara dengan wilayah lain. Mereka berharap ada langkah konkret dan tenggat waktu yang jelas untuk merealisasikan layanan listrik 24 jam.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PLN maupun instansi terkait mengenai penyebab dan rencana peningkatan layanan listrik di Desa Air Hitam Hulu.
Verry
Sumber: Warga














