Tanjungpinang, Kepri – Beritainvestigasi.com. Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, menggelar audensi bersama Plt. Bupati dan Dinas Perikanan Kabupaten Bintan di Kantor Bapelitbang KM 5, Tanjungpinang, Rabu(26/01/2022).
Dalam audensi ini, KNTI Bintan yang diwakilkan oleh Kepala Bidang Komuniksi Informasi, David Andriadi menyampaikan ada 6 Hal menyangkut kehidupan masyarakat nelayan tradisional Bintan.
Dalam silaturhami perdana di tahun 2022 KNTI Bintan melalui Kepala Bidang Komuniksi Informasi, David Andriadi yang juga Ketua KNTI Kecamatan Gunung Kijang menyampaikan Ada 6 Hal menyakut kehidupan masyarakat nelayan tradisional Bintan.
“Kami kemari atas naluri rakyat laut, rakyat pesisir Pak, yang mana Akan menselaraskan Program kerja KNTI Bintan dengan Visi Misi Bupati dan Program perikanan Bintan,” sebutnya.
Adapun keenam keinginan KNTI tersebut sebagai berikut
1) KNTI meminta agar permasalahan BBM bersubsidi untuk nelayan bisa terselesaikan supaya tidak ada nelayan yang mengeluh lagi saat ini.
2. KNTI meminta aset perikanan atau Pemkab Bintan diperjelas sistem pengelolaannya
3. KNTI meminta kelompok Koperasi perikanan di bawah naungan KNTI agar dapat diberikan pelatihan guna memenuhi kebutuhannya.
4. KNTI berharap adanya tempat pelelangan ikan di Bintan agar harga tangkap nelayan stabil.
5. KNTI berharap Pemkab Bintan bisa mengsubsidikan BPJS Ketenagakerjaan untuk nelayan trdisional .
6. KNTI meminta adanya festival kuliner dalam mempromosikan hasil produk palagan berbahan baku ikan dari UMKM rumahan nelayan fokus buat istri nelayan.
Mendengar hal itu, Plt Bupati Bintan, Robby Kurniawan agar mencoba membantu tuntutan tersebut di tahun anggaran 2023 mendatang.
“Insya Allah akan coba kami lakukan. Persiapkan Tempat Penampungan Ikan akan segera dibangun Insya Allah 2023 dikerjakan,” tegasnya. (Wesly).
Editor : Wesly (Asesor UKW).















