Kepala Adat Desa Perian Sindir PT.JMS, Sebut Tidak Memiliki Niat Berpartisipasi Untuk Lembaga Adat Dalam Merealisasikan Acara Adat Pelas Kampung

Kukar, Kaltim, Beritainvestigasi.com– Ritual adat tahunan yang bagi masyarakat kutai lebih dikenal dengan nama Pelas Kampung merupakan suatu agenda adat tahunan yang dilakukan dengan maksud untuk memohon kepada sang pencipta melalui para leluhur terdahulu, harapannya, agar suatu kampung (desa) dijauhkan dari segala bala.

Fokus pada desa Perian, salah satu desa di bawah wilayah Kec. muara Muntai, Kab. Kutai Kartanegara, Prov. Kalimantan Timur, berdasarkan informasi yang didapat  bahwa di tahun 2021 saja di desa Perian telah terjadi peristiwa naas yang menimpa salah satu seorang Karyawan pabrik yang terjebur kedalam kolam limbah Panas milik PT. JMS (Jaya Mandiri Sukses) dan akhirnya meninggal. tidak hanya itu misteri sosok peneror juga sempat  menjadi momok menakutkan bagi karyawan perusahaan PT JMS.

Dari informasi  yang sampai ke pihak redaksi bahwa dicerikan sosok peneror tersebut secara pisik berwujud manusia sayangnya tidak jelas terlihat wajahnya, tidak memakai pakaian normal sehari- hari pada umumnya  melainkan hanya memakai pakaian menyerupai pakaian khas kalimantan, ia selalu datang meneror karyawan pada saat tengah malam dengan mengetok- ngetok pintu rumah, anehnya sudah pernah dilakukan pengejaran dan pengepungan anehnya sosok tersebut bak hilang tanpa jejak.

Nasrum,” selaku Kepala Adat desa setempat menyimpulkan itu terjadi sebab janji Perusahaan PT. JMS yang tidak ditunaikan.” Menagih janji itu” cetusnya kepada awak media ini memberikan keterangannya melalui panggilan telepon, Jumat, 21/10/2021.

Dijelaskannya, dulunya Pihak Managemen PT. JMS bersama Pemangku adat pernah bersepakat untuk melakukan ritual Pelas Kampung, waktu itu pas masa perencanaan pembangunan pabrik. berlalunya waktu, bahkan orang- orang perusahaan tersebutpun silih berganti sampai saat ini tidak juga merealisasikannya hal tersebutlah yang kemudian diartikan pemicu dari peristiwa naas dan teror itu terjadi.

Sedangkan upaya untuk merealisasikan ritual Pelas Kampung tersebut pihak lembaga adat sudah berulang kali menyurati pihak Managemen PT. JMS duduk bersama guna membicarakan hal tersebut, dalam rapat hadir hadir pemangku adat, tokoh, berserta para warga. Tapi sampai sekarang tidak ada tanda- tanda keseriusan yang ditunjukkan oleh pihak Perusahaan. Apa tunggu ada lagi peristiwa serupa. Sindirnya.

Sedangkan, L” nama inisial salah satu karyawan PT. JMS ketika dikonfirmasi melalui via telepon terkait informasi yang disampaikan Ketua adat tersebutpun membenarkan peristiwa naas yang diceritakan sebelumnya.” Benar pak, meninggalpun itu.

Ditambahkan, sebelum kejadian itu ada kejadian, posisi di pabrik, teman saya dijatuhi besi berbobot ratusan kg, itu jatuh tepat mengarahya, untungnya dia cepat mengelak, padahal  tidak mungkinlah besi itu bisa jatuh, karena sebelumnya sudah dilakukan penempatan yang benar, Semacam teguranlah kami anggap, dan Tidak lama setelahnya terjadi peristiwa terjebur ke kolam limbah Panas itu, sebutnya menceritakan.

Menilai peristiwa naas tersebut, terlepas itu terjadi karena faktor kelalaian kerja atau faktor lain tentunya sesuatu yang tidak diinginkan.

Ketika awak media ini melanjutkan dengan mempertanyakan hal tersebut  menghubungkan dengan keterangan Kepala adat  sebelumnya, ” kalau begitu sudah semestinyalah perusahaan menepatinya pak. serem y pak” sembari ijin mengakhiri teleponnya, dengan alasan hendak melanjutkan perjalannya.

Asumsi bahwa peristiwa tersebut ada hubungannya dengan Pelas kampung tentunya adalah sebuah keyakinan tetapi kita sebagai manusia harus tetap menghormati tradisi para leluhur terdahulu, yang merupakan wujud penghormatan pada leluhur, terlebih lagi ditanah Borneo.(Gunawan, S/ Red)

Editor, Gunawan, S


Catatan : Redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dengan menggunakan Hak Jawab sebagaimana diatur dalam UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *