
Tanjungpinang, Kepri – Beritainvestigasi.com. Kedatangan Anggota DPRD Provinsi Riau, H. Hanafi Ekra, S. Ag, M, Ag ke MTs Tambelan disambut dengan penuh bahagia karena ini kali pertama MTs Tambelan mendapatkan kunjungan dari Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau.
Usai bersalaman dengan Siswa/i MTs, sambutan ini juga ditandai dengan pengalungan bunga dan penaburan beras kuning sebagai tanda pemberiaan Doa dan Berkat dari MTs Tambelan kepada Bapak H. Hanafi Ekra, S. Ag, M. Ag dengan harapan mudah-mudahan dari kunjungan ini MTs Tambelan bisa mendapatkan Berkah atau Tuah sehingga MTs Tambelan nantinya bisa selalu diperhatikan dan tidak akan lagi dipandang sebelah mata.
Selain bersilaturrahmi, kedatangan H. Hanafi Ekra, S.Ag, M.Ag ke MTs Tambelan menjadi pemateri kegiatan Ngobrol Perkara Iman dan Islam (Ngopi).
Kegiatan ngopi di MTs Tambelan ini sudah berjalan dari bulan Februari 2022. Harapan dari kegiatan ngopi ini sebagai bentuk untuk menciptakan sebuah generasi Islami yang berwawasan serta memiliki ilmu agama yang luas.
Mengawali tausiah singkatnya, H. Hanafi Ekra menyampaikan kepada para siswa/i MTs Tambelan bahwa Pemuda Islam adalah calon generasi penerus Bangsa Indonesia dan Agama.
Ia juga menegaskan bahwa pemuda merupakan generasi penerus masa depan bangsa dan agama, baik tidaknya bangsa dan agama sangat bergantung pemudanya, jika generasi muda hari ini berkualitas dan bermutu baik keilmuan dan akhlaknya, maka majulah bangsa dan agamanya tapi jika generasinya rusak maka hancurlah Bangsa dan Agama.
“Para pelajar Madrasah adalah bagian generasi pemuda Islam yang diharapkan berkualitas dan berilmu pengetahuan dan berakhlak mulia sebagai pencetus pundak kemajuan bangsa dan Agama Islam,” ungkap H. Hanafi Ekra.
Ia melanjutkan untuk mewujudkan sebuah generasi muda yang handal dan berkualitas maka pendidikan yang berkualitaslah jawabanya, karena dunia pendidikan khususnya Madrasah merupakan wadah untuk mempersiapkan generasi muda ke depan dengan mengedepankan Iptek dan Akhlak.
H. Hanafi Ekra juga mengatakan bahwa, Generasi Islami sebagai pembawa perubahan menjadi topik yang banyak diperbincangkan dewasa ini. Berbagai perubahan yang terbentuk memberikan pengaruh di masyarakat. Lalu, generasi islam seperti apa yang menjadi bagian dari perubahan ?
Lalu H. Hanafi Ekra menjelaskan, untuk menjadi generasi penerus bangsa, mau tidak mau akan menggantikan generasi sebelumnya dalam membangun bangsa. Pemuda Islami sudah sepantasnya menjadi agent of change, yaitu sebagai cadangan emas di masa yang akan datang. Membawa bangsa ini menjadi lebih baik, bersatu, makmur, demokratis, dan maju.
Melihat sejarah masa lalu, pada awal abad ke-20 Indonesia diwarnai oleh pergerakan kebangsaan yang tidak lain dimotori oleh para pemuda pada zaman itu. Sejarah mencatat Budi Utomo sebagai organisasi pertama yang mengubah watak pergerakan perlawanan, yang semula bersifat kedaerahan menjadi bersifat kebangsaan.
Generasi muda suatu umat atau bangsa menjadi tolak ukur terhadap nasib dan masa depan dari umat atau bangsa tersebut. Jika kita ingin melihat kekuatan dan ketahanan suatu umat dan bangsa, maka lihatlah dari kualitas generasi muda yang mereka miliki. Jika generasi muda mereka baik, maka pastilah kekuatan mereka juga baik dan sulit untuk dipengaruhi oleh ideologi atau pemikiran bangsa dan umat lainnya.
Namun sebaliknya, jika generasi muda suatu bangsa atau umat buruk, maka dapat dipastikan mereka sangat rentan dengan kehancuran dan mudah untuk dipengaruhi oleh ideologi bangsa atau umat lain. Mau tidak mau, mereka harus menghadapi kenyataan bahwasanya budaya dan peradaban barat tidak dapat dicegah lagi. Mereka harus memiliki benteng pertahanan yang lebih kuat ketimbang generasi pendahulu mereka. Mereka harus memutar otak mencari cara bertahan di tengah arus modernisasi ini dengan menyeleksi budaya barat yang masuk.
Menurut H. Hanafi Ekra, bahwa Pemuda Islam tetap harus mengikuti perkembangan dunia dan bagaimana perubahan sosial yang terjadi, terutama bagaimana peran besar teknologi dan berbagai pemikiran modern telah merubah paradigma berpikir manusia.
Ia menceritakan Kisah Ashabul Kahfi yang tergolong pengikut Nabi Isa, Mereka adalah anak-anak muda yang menolak kembali kepada agama nenek moyang mereka, menolak menyembah selain Allah SWT. Mereka bermufakat mengasingkan diri dari masyarakat dan berlindung dalam suatu gua, karena jumlah mereka relatif sedikit yakni tujuh orang di antara masyarakat penyembah berhala. Fakta sejarah ini terekam jelas dalam Al-Qur’an surat Al Kahfi ayat (9-26).
Dalam setiap sejarah perubahan anak muda selalu mengambil peran penting di dalamnya. Pemuda selalu menjadi tonggak dalam perubahan yang memiliki karakterisik:
Fisik yang kuat.
Pemuda yang memiliki cita-cita tinggi dan mental baja akan membuat ia tak terkalahkan dan semangat yang tidak pernah mati, mereka rela bekerja keras siang dan malam tanpa mengenal lelah. Mereka berjuang agar dapat menjadi penggerak suatu perubahan karena itu yang saat ini Indonesia butuhkan.
Memanfaatkan kesempatan emas.
Kesempatan merupakan langkah awal yang menjadi penentu langkah besar selanjutnya. Para pemuda yang berani bertindak dan mengambil resiko dalam meraih suatu kesempatan emas tentunya menjadi ciri anak muda yang menjadi agent of change…!!!
Maka dari itu, kita sebagai generasi islami penerus bangsa yang membawa masa depan bangsa, harus dapat menyikapi adanya suatu perubahan dalam era yang semakin modern ini.
“Ubah hidupmu dengan membentuk kebiasaan baru, sehingga kebiasaan baru akan mengubah duniamu di masa depan tetapi tetap dengan selalu menaati perintah ALLAH dan menjauhi segala larangan-Nya sehingga memang benar2 baru akan bisa m menjadi Pemuda Islam Harapan Bangsa & Negara,” ucapnya
Di akhir, H. Hanafi Ekra mengatakan sebuah kalimat motivasi kepada seluruh siswa/i MTs Tambelan yang ada di Surau Al Ikhsan MTs Tambelan ” Jangan pernah kalian merasa malu untuk bersekolah di sekolah Madrasah karena selain mendapatkan Ilmu Agama bahkan Ilmu umum juga di dapat”.
Sementara itu, salah satu siswa yang bernama Faihan Hidayatullah mengungkapkan, dirinya merasa termotivasi dengan materi Kegiatan Ngopi yang di isi oleh H. Hanafi Ekra, S. Ag, M. Ag dan Faihan mengatakan untuk rajin belajar demi masa depan bangsa dan agama ke depan.
“Kami akan bersungguh-sungguh dalam belajar dan berkreasi sebagai bentuk tanggung jawab seorang pelajar agar bisa memberikan yang terbaik untuk bangsa dan Agama Islam nanti,” kata Faihan Hidayatullah salah satu siswa MTs Tambelan kelas VII.
Pada akhir acara MTs Tambelan memberikan Cindera Mata kepada H. Hanafi Ekra dan dilanjutkan dengan acara makan bersama dengan para Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Setelah itu dilanjutkan dengan sesi foto bersama. (Wesly/red).
Editor : Wesly (Asesor Sertifikasi Kompetensi Wartawan/SKW).















