Ketapang, Kalbar – Beritainvestigasi.com. Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menegaskan pentingnya nilai amanah, integritas, dan pengabdian dalam tubuh aparatur sipil negara (ASN) saat menghadiri Buka Puasa Bersama IKAPTK Ketapang, Selasa (3/3/2026).
Kegiatan yang digelar di Aula BPKAD Ketapang itu menjadi momentum refleksi Ramadan 1447 Hijriah bagi para alumni kepamongprajaan yang kini mengemban tugas di lingkungan pemerintahan daerah.
IKAPTK merupakan organisasi yang mewadahi alumni pendidikan kepamongprajaan seperti APDN, STPDN, IPDN, dan IIP. Organisasi ini berperan memperkuat jiwa korsa, meningkatkan profesionalisme birokrasi, serta menjaga soliditas dalam sistem pemerintahan.
Dalam sambutannya, Alexander Wilyo—alumni STPDN angkatan 2001—menekankan bahwa keanggotaan dalam IKAPTK bukan sekadar identitas, tetapi tanggung jawab moral untuk menunjukkan keteladanan.
“IKAPTK harus menunjukkan kelebihan alumninya melalui kinerja nyata. Amanah yang kita emban tidak hanya dipertanggungjawabkan kepada pimpinan, tetapi juga kepada masyarakat dan Tuhan Yang Maha Esa,” tegasnya.
Ramadan sebagai Ujian Integritas
Bupati menyoroti Ramadan sebagai momentum memperkuat karakter birokrat. Menurutnya, pengabdian ASN tidak dibatasi oleh jabatan maupun lokasi penugasan. Integritas dan kualitas pelayanan publik harus menjadi prioritas utama.
“Satu kunci dari hikmah Ramadan adalah belajar berbagi. Berbagi dengan ikhlas, dan yang paling mudah adalah berbagi waktu. Berbagilah waktu untuk masyarakat,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa loyalitas ASN bukan semata kepada atasan, melainkan kepada rakyat yang dilayani. Profesionalisme, disiplin, dan etika birokrasi harus tercermin dalam kerja sehari-hari.
Peran Strategis IKAPTK
Wakil Ketua IKAPTK Ketapang, Junaidi Firrawan, menyampaikan bahwa organisasi tidak hanya menggelar kegiatan seremonial, tetapi juga aktif dalam agenda sosial dan mendukung arah kebijakan pemerintah daerah.
Kegiatan buka puasa bersama berlangsung khidmat dan diisi tausiyah oleh Ust. H. Uti Ahmad Tarmiji, yang mengajak seluruh peserta menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat keimanan, integritas, dan kepedulian sosial.
Forum tersebut menjadi pengingat bahwa birokrasi yang kuat lahir dari aparatur yang berkarakter, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Verry














