Heboh, Perseteruan Gubernur Riau dengan Walikota Pekanbaru. Ini Dikatakan Ketua KNPI Riau

Pekanbaru, Riau768 Dilihat

Pekanbaru, Riau – Beritainvestigasi.com. Desas Desus soal perseteruan antara Gubernur Riau, Abdul Wahid, S.Pd.i., M.Si dengan Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho, SE., MM, mulai terkuak.

Aroma busuk ketidakharmonisan itu mulai tercium, publik semakin dikhawatirkan lewat sepak terjang dan keangkuhan Gubernur Riau.

Setelah sebelumnya ribut dan mengkhianati Wakilnya sendiri, Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Ir. H SF Hariyanto, MT, kini mantan Anggota Komisi XI DPR RI yang diduga tersandung kasus korupsi dana CSR dari Bank Indonesia dan OJK itu, kembali berulah dengan tontonan yang sangat memalukan.

Semenjak menjadi Gubernur Riau, Abdul Wahid justru selalu menghadirkan kekhawatiran dan kecemasan, bukan hanya dengan rakyat, tetapi juga di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, semua habis disikat. Terhadap pihak-pihak yang dianggap lawan politiknya, Abdul Wahid tak segan-segan menghancurkannya, seperti yang dialami para korban saat ini, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Riau yang terkena Demosi atau Penurunan Pangkat dan Jabatan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) tingkat I, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau, Larshen Yunus dalam release yang diterima Awak Media ini, Selasa (30/09/2025).

Menurutnya, kondisi buruk tersebut sudah diprediksi dari awal. Baru saja dilantik, Abdul Wahid sudah membuat suasana kebatinan masyarakat jadi rusak lewat berbagai pernyataan liar yang dilontarkan, seperti pusing tujuh keliling, hutang yang tak terbayarkan, Stadion dan Aset Pemprov yang akan dijual, hingga baru-baru ini dihadapan para P3K Beliau mengatakan, jangan kawin lagi.

“Sejujurnya, saudara Abdul Wahid ini bukan tipikal seorang pemimpin. Hanya karena beruntung dengan situasi Pilkada kemarin. Beliau ketimpa durian runtuh. Mentalnya tak ada, apalagi wawasan ilmu pengetahuan. Coba kita perhatikan selama ini, kerjanya hanya meninjau, mengecek, jalan sana, jalan sini, habiskan dana operasional, tapi nyatanya apa? tidak ada satu pun yang dieksekusi, semua hanya omon-omon doang,” ujar Larshen Yunus.

Larshen juga menegaskan sekali lagi, agar perseteruan dan ketidakharmonisan yang terjadi antara Gubernur Riau dan Walikota Pekanbaru segera diakhiri.

“Kalian itu dipilih untuk menjalankan amanah, melakukan pembangunan dan perbaikan. Anggaran kalian besar, jangan lagi disuguhkan dengan hal-hal yang tidak patut. Terhadap Gubernur Riau, Abdul Wahid, segeralah bertobat, anda jangan sok, jangan macam betul, belum apa-apa rumahmu yang kau rehab seperti istana, ayolah!!! Revolusi Mental kawanku,” katanya.

Ia juga menyarankan, agar secepatnya Abdul Wahid bertobat. Jangan lagi pakai ilmu sandiwara, jangan sesuka hatinya menggunakan APBD itu, semua harus berlangsung secara yransparan dan Presisi.

“Ayo bapak ibu Warga Provinsi Riau, khususnya yang berdomisili di Kota Pekanbaru, mari sama-sama kita tegur sikap angkuh dan arogan seorang Gubernur Riau, Abdul Wahid. Hasil kerja tidak ada, apalagi karya. Jabatan itu hanya digunakan sebagai bahan wara wiri. Kedaulatan rakyat seakan tidak ada nilainya. Justru disinyalir, Abdul Wahid sudah melakukan praktek haram KKN dengan menempatkan orang-orang dekatnya, seperti keluarga dan kerabat dalam mengisi jabatan di BUMD. Wallahuallam Bissawab,” pungkas Larshen Yunus, bersama para Relawan Garis Keras Prabowo Gibran.

Hingga berita ini dimuat, redaksi media ini belum memperoleh tanggaan dari Gubri dan Walkot Pekanbaru.


Catatan : Redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dengan menggunakan Hak Jawab sebagaimana diatur dalam UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *