Kutai Kartanegara, Kaltim- Beritainvestigasi.com Masi ingat kasus pelecehan seksual yang belum lama ini sempat viral, yang diketahui menyeret nama salah satu oknum camat dari Tenggarong, dipastikan proses hukumnya tetap berlanjut.
Hal ini dikuatkan dari pernyataan korban, yang juga didukung dengan surat SP2HP(Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan) yang diterimanya dari penyidik Polres Kukar, juga turut dikirimkannya dalam bentuk file pdf. kepada redaksi media ini sekaligus memberikan klarifikasi terkait beredarnya kabar burung bahwa antara korban dan pelaku telah berdamai.

Diluar proses hukum yang sedang berjalan, kabar burung beredar bahwa antara terduga pelaku dan pihak korban telah berdamai, tidak cukup sampai disitu, lebih sensitif lagi bahwa pelaku juga di isukan menerima sejumlah uang dari terduga pelaku, yang nilainya disebut- sebut sebesar 300 juta, sebagai imbalan atas perdamaian tersebut, juga turut dipertanyakan kebenarannya kepada korban.
“Itu tidak benar pak, informasi terkait itu juga sudah kami ketahui, dan itu kabar bohong pak. Tegasnya kepada tim awak media ini saat diwawancarai, Jumat 26/5/2023
Korban menjelaskan berjalan 3 pekan sudah dari peristiwa itu terjadi, kami(keluarga/red) justru tidak ada sama sekali didatangi pelaku atau keluarganya untuk meminta maaf secara langsung, ungkap korban. padahal jarak antara rumah saya dan pelaku itu dekat.
“Kan semakin memperburuk keadaan kami, saat ini dalam kondisi saya masi trauma, malah kami di dibilang sudah berdamai dan mendapat 300 seperti yang di isukan, Malu kami dengarnya pak” Ucapnya bernada sedih
Saat ditanya kembali apakah ada perwakilan selain keluarga oknum camat tersebut yang datang untuk menyampaikan maaf pelaku, korban menjawab “Ada, dia mengaku suruhan camat, ketika itu dia menghubungi mama saya, oknum aparat TNI (tanpa menyebut nama) dia bilang kalau dia hanya menyampaikan amanah dari camat. Kurang lebih begini isinya” Asslamualykum dek, Pak camat ingin bersilaturahmi, dan Pak camat berharap adek mau berdamai, kalau adek dan keluarga mau berdamai Pak camat berjanji adek di jadikan PNS sama pak Camat” ujar korban menyerukan ucapan orang yang mengaku suruhan camat tersebut.
Tim awak media ini telah berupaya melayangkan beberapa pertanyaan melalui pesan wats’up ke no +62812-5391-XXXX milik oknum camat tersebut, sebagai upaya mengkonfirmasi kebenaran terkait orang yang mengaku-ngaku suruhannya itu. namun hingga berita ini terbit, belum juga mendapatkan jawaban.(Tim)














