oleh

Luas Proyek Kegiatan Renovasi Bangunan Jauh Berbeda, Nilai Kontrak Hampir sama

Lingga – BeritaInvestgasi.Com. Informasi diterima awak media ini , pada hari Senen (30/08-2021) dari masyarakat terkait, “pekerjaan proyek rehab dua bangunan, yaitu ruang Laboratorium Kimia dan Empat Ruang Belajar di SMA 1 Kecamatan Lingga Utara Kabupaten Lingga Propinsi Kepri, membuat masyarakat jadi agak heran karena nilai kontraknya tidak jauh berbeda, walaupun luas bangunan terpaut sangat jauh”.

Tidak menunggu lama, awak media serta rekan awak media lainnya segera meluncur menuju lokasi yang diinformasikan, tepatnya Desa Duara Kelurahan Pancur Kecamatan Lingga Utara untuk melakukan Investigasi.

Dilokasi proyek tersebut, dijumpai beberapa plang merk kegiatan rehab berasal dari Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, diantaranya ada rehab ruang kelas belajar, ada rehab untuk yang lainnya, dengan luas yang berbeda.

Nilai kontrak pada rehab empat ruang kelas belajar, di papan plang terlihat,”NAMA PEKERJAAN : REHABILITASI RUANG KELAS DENGAN TINGKAT KERUSAKKAN MINIMAL SEDANG BESERTA PERABOTNYA (DAK) SMAN 1 LINGGA UTARA,- NOMOR KONTRAK :19.8/SP/FISIK-LL/DISDIK-DAK/2021,- NILAI KONTRAK : 379.100.275,36,- SUMBER DANA: DAK TAHUN ANGGARAN 2021,- PELAKSANAAN : 120 (SERATUS DUA PULUH) HARI KALENDER,- PELAKSANA : CV.ANAK TAMIANG,- PENGAWAS : CV.AR ARTISTIKA”.

Sementara, rehab ruang laboratorium, pada papan plangnya terlihat bacaan antara lain, “NAMA PEKERJAAN : REHABILITASI RUANG LABORATORIUM KIMIA DENGAN TINGKAT KERUSAKAN MINIMAL SEDANG BESERTA PERABOTNYA (DAK) SMA 1 LINGGA UTARA,- NOMOR KONTRA : 23.1/SP/FISIK-LL/DISDIK-DAK/2021,- NILAI KONTRAK : 318.520.679,96,- SUMBER DANA : DAK TAHUN ANGGARAN 2021,- PELAKSANAAN : 120 (SERATUS DUA PULUH) HARI KALENDER,- PELAKSANA : CV. BINTANG CAHAYA RIZKI,- PENGAWAS : CV. AR ARTISTIKA”.

Dengan data tersebut diatas, luas bangunan empat ruang belajar yang sangat luas, dibandingkan dengan ruang laboratorium yang luasnya hanya seperempat rehab empat ruang kelas, maka masyarakat awam rasanya tidak salah menjadi heran serta tertanya-tanya dalam hati.

Diantara pertanyaan masyarakat disekitar lokasi proyek rehabilitasi tersebut adalah, “4 lokal nilai kontraknya 379.100.275,36, sedangkan 1 lokal untuk laboratorium kok nilainya terlalu pantastik yaitu 318.520.679,96”.

Ada lagi pertanyaan dari masyarakat lainnya, “apakah nilai kontrak laboratorium tersebut tidak teridikasi Mark-Up ?, atau teridikasi digelembungkan harga satuhan materialnya ?”.

Untuk mengetahui seputar harga material yang diduga digelembungkan, didapat informasi bahwa pensuplai material dan atau sebagai Sub Kontaktor nya adalah warga Pancur bernama “YUDI”. Dicoba mengkonfirmasi kepada “YUDI”, tetapi sayangnya “YUDI” belum berhasil dijumpai.

Ditanya kepada salah seorang orang tua (yang kemudian diketahui adalah ayah “YUDI”) dikediaman “YUDI”, orang tua tersebut menjawab dengan singkat, “YUDI” sedang ada kegiatan sosial diluar”. (bersambung) . (Budi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed