Masyarakat Desa Rasan Ancam Goput di Pemilu 2024, Ini Alasannya

Kepala Desa Rasan berserta Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat dan Warga menyampaikan pernyataan sikap. (Foto: Sungut)

Landak,Kalbar – Beritainvestigasi.com. Seluruh warga Desa Rasan, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak mengancam akan Goput pada pemilu 2024, jika PLN belum masuk tahun ini, hal itu tertuang dalam kesepakatan bersama pada Senin(09/01/2023).

Pernyataan sikap itu dihadir oleh Kepala Desa Rasan bersama staf dan Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat serta warga setempat.

Penyampaian sikap  tersebut merupakan rasa kecewa masyarakat Rasan kepada Pemerintah karena tak kunjung masuk nya listrik di Desa Rasan. Dimana Rasan yang merupakan salah satu desa di pinggiran kota Ngabang Kabupaten Landak Kalimantan barat.

Menurut keterangan  Kepala Desa Rasan, Susanto,  menyampaikan bahwa Desa Rasan ini satu-satunya desa yang di pinggiran kota Ngabang yang belum ada listrik.

Susanto selaku Kepala Desa Rasan, mempertanyakan dimana program Indonesia terang untuk seluruh masyarakat Indonesia?

“Desa rasan satu-satunya desa di kecamatan Ngabang yang belum ada listrik, desa-desa lain yang ada sekeliling desa kami pada sudah masuk listrik,dari itu saya sebagai kepala desa bersama Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat, kalau tahun 2023 ini belum juga masuk listrik apa boleh buat kami desa Rasan akan golput untuk pemilu 2024 mendatang,”tegas Susanto.

Susanto menjelaskan, bahwa pada tahun 2018 Kepala Desa Rasan pernah diundang kekantor Bapeda Kabupaten Landak,untuk membuat proposal mengingat tahun 2019 desa Rasan masuk dalam program Indonesia Terang, namun program tersebut sampai saat ini tidak ada dirasakan oleh masyarakat desa Rasan itu sendiri.

“Yang saya kesal kan,pada tahun 2018 kami diminta untuk buat proposal,bawa desa Rasan masuk dalam program Indonesia Terang, kalau ga salah tanggal 18 Oktober 2018 kami di undang di Bapeda untuk buat proposal,bawa desa rasan masuk dalam program Indonesia Terang 2019,sampai detik ini tidak ada masuk,entah apa penyebabnya,”jelas Susanto.

Selain itu Susanto menambahkan, sudah dua periode ini menjadi Kepala Desa sudah beberapa kali ia mengajukan permohonan kepada PLN kabupaten dan baru berapa bulan yang lalu ia masukkan permohonan berbentuk proposal kekantor PLN Provinsi Kalimantan Barat, ia berharap 2023 ini dapat dijawab.

“Terakhir 2022 kemarin itu saya masukan proposal kekantor PLN Provinsi Kalimantan Barat,itu pun saya pribadi sulit ketemu dengan orang pihak PLN, kalau tidak ada Minsen anggota DPRD Provinsi yang memberikan rekomendasi, susah bener,kalau kita tidak ada orang dalam,saya melihat ini semua ada kepentingan politik dalam nya,”tutup Susanto.

Penulis: Sungut.

Editor : Wesly (Asesor Sertifikasi Kompetensi Wartawan/SKW).


Catatan : Redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dengan menggunakan Hak Jawab sebagaimana diatur dalam UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *