oleh

Pelayanan Pembuatan Sertifikat Tanah di Bintan Dinilai Tidak Jelas

Bintan, Kepri – Beritainvestigasi.com. Muhammad Abduh, Ketua DPD I Perppat Bentan kecewa dengan pelayanan pengurusan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dalam proses pengurusan sertifikat tanah. Pasalnya, BPN dinilai tidak transparan berapa lama waktu yang diperlukan dalam proses penerbitan sertifikat tanah.

“Kita sudah bayar pajak yang diminta ke Bank untuk pengurusan sertifikat tanah. Tetapi, sampai sekarang belum ada kejelasan,” ungkap pria yang akrab disapa Oman ini saat menghubungi media ini. Rabu(03/11/2021) pagi.

Oman menjelaskan, pihaknya sudah berulangkali menanyakan soal pengurusan sertifikat ini ke BPN Bintan. Tetapi, pihak BPN dengan arogannya bilang tunggu saja kabar dari kami.

Untuk itu, Oman meminta Pemerintah Kabupaten Bintan segera memberikan teguran kepada BPN atas hal kejadian ini. Karena hal ini bertentangan dengan program Pelaksanaan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang telah dicanangkan oleh pemerintah.

“Masa mengurus surat tanah ada yang 8 bulan, 1 tahun dan ada yang sampai 4 tahun,” ungkap Oman.

Hal senada juga dsampaikan oleh Alfian Tamar terkaiit dengan kinerja BPN Bintan. Pasalnya, pihaknya sudah mengurus pengajuan pengurusan Sertifikat Tanah di BPN Bintan dari tahun 2017. Tetapi, sampai saat ini belum ada kejelasan.

“Waktu itu kami dikumpulkan oleh RT di balai Pertemuan Kantor Lurah Kijang Kota bersama warga lainnya untuk pengurusan Sertifikat Tanah dan sudah kami serahkan dokumen asli. Tetapi sampai sekarang belum juga ada kejelasan,” ungkap Alfian kepada media ini.

Bahkan ketika, Alfian mencoba menanyakan keberadaan dan kejelasan dokumen tersebut beberapa tahun lalu, pihak BPN tidak dapat menunjukan surat aslinya.

“Sekarang kita cuma minta dokumen asli kita. Katanya hilang, mau dicari lagi. Saya minta mereka bertanggung jawab atas dokumen asli tersebut. Kalau seandainya hilang mereka harus buat peryataan bahwa dokumen itu hilang supaya kita bisa urus alas haknya. Ini sertifikat tidak terbit surat alas hak saya hilang,” kesalnya.

Hingga berita ini ditayangkan media ini belum dapat mengkonfirmasi BPN Bintan guna menanyakan permasalahan ini.  (Budi).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed