
Medan, Sumatera Utara- Beritainvestigasi.com Poros Pelajar Sumatera Utara (Sumut) yang terdiri dari berbagai elemen organisasi kepemudaan pelajar terbesar di wilayah ini menyatakan sikap tegas untuk memberikan dukungan penuh terhadap aksi demonstrasi nasional yang dijadwalkan berlangsung di depan Gedung DPR/MPR RI pada 27 Agustus 2026.
Adapun organisasi yang tergabung dalam Poros Pelajar Sumatera Utara ini meliputi: Ikatan Pelajar Al Washliyah (IPA) Sumatera Utara, Pelajar Islam Indonesia (PII) Sumatera Utara, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Sumatera Utara dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Sumatera Utara.
Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Al Washliyah Sumatera Utara, Ahmad Irham Tajhi juga mewakili Poros Pelajar Sumatera Utara menilai bahwa momentum aksi nasional pada akhir Agustus 2026 ini merupakan panggilan moral bagi seluruh elemen bangsa, termasuk kaum pelajar, untuk mengawal masa depan penegakan hukum dan pemberantasan korupsi di Indonesia.
Sejalan dengan seruan aksi dari berbagai elemen masyarakat di berbagai daerah seperti Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Poros Pelajar Sumatera Utara membawa dua tuntutan pokok:
1. Mendesak Pengesahan RUU Perampasan Aset: Pelajar Sumatera Utara memandang Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset merupakan instrumen hukum yang sangat krusial dan mendesak untuk segera disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI guna memiskinkan para koruptor dan menyelamatkan keuangan negara.
2. Penerapan Hukuman Mati bagi Koruptor: Kejahatan korupsi dinilai sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang telah merusak sendi-sendi keadilan sosial dan masa depan generasi muda. Oleh karena itu, penerapan hukuman mati bagi pelaku korupsi dinilai pantas dan berkeadilan untuk memberikan efek jera yang maksimal.
“Korupsi adalah musuh bersama seluruh pelajar dan generasi muda bangsa. Kami di Sumatera Utara berdiri bersama seluruh elemen masyarakat dari berbagai penjuru nusantara untuk mendesak DPR RI agar tidak mengabaikan tuntutan pengesahan RUU Perampasan Aset serta penerapan sanksi terberat bagi para pelaku korupsi,” ujar Irham di Medan, Senin (24/08).
Gelombang aspirasi ini merupakan bagian dari gerakan bersama masyarakat dari berbagai daerah yang terpanggil untuk mengawal kedaulatan hukum di ibu kota. Kehadiran elemen pelajar dan mahasiswa dari berbagai provinsi diharapkan mampu memperkuat desakan moral kepada para pemangku kebijakan di Senayan agar berpihak kepada kepentingan rakyat banyak, bukan kepada kepentingan oligarki maupun para koruptor.
Poros Pelajar Sumatera Utara juga mengimbau kepada seluruh kader dan simpatisan di daerah untuk terus memantau perkembangan situasi serta mendoakan keselamatan serta kelancaran jalannya aksi damai demi terwujudnya Indonesia yang bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). (Jh)














