
Rokan Hulu, Riau – Beritainvestigasi.com Suasana berbeda tampak di Kantor Bupati Rokan Hulu (Rohul), Riau. Ratusan Warga Masyarakat dan Karyawan pabrik Kelapa sawit (PKS) PT.Merangkai Artha Nusantara (PT.MAN) yang beroperasi di Desa Bangun Jaya,Kecamatan Tambusai Utara,Rohul melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Rohul,Senin (11/08/2025) pagi.
Kedatangan Ratusan Massa, buntut dari aksi penolakan pembangunan semenisasi dan Portal jalan menuju ke PKS PT MAN yang hanya boleh dilalui Kendaraan dengan Kapasitas 6 ton saja.
Akibat adanya pembatasan tonase dari pihak Pemerintah Desa Bangun Jaya itu berdampak pada lumpuhnya perekonomian Warga setempat. Karyawan Pabrik pun nganggur, serta anggota serikat Pekerja bongkar muat sawit /SPSI turut terganggu, karena, aktivitas Pabrik berhenti ( tidak beroperasi selama seminggu).
Meski, sudah berulangkali ditolak Warga, namun, pihak Pemerintah Desa Bangun Jaya tetap ngotot melakukan pembangunan semenisasi dengan kapasitas tonase yang dibatasi. Walau,sebelumnya gagal, tapi, dengan dikawal ketat oleh Aparat gabungan TNI – POLRI dan SatPol PP Rohul, akhirnya, pembangunan semenisasi berhasil dilaksanakan pada hari selasa (5/8/2025) lalu.
Merasa tidak terima atau keberatan, Ratusan Warga dan Karyawan PT.MAN menggeruduk Kantor Bupati Rohul dan meminta Bupati/Wakil Bupati Rohul segera dapat mengatasi masalah tersebut.
“Kami sudah tidak bekerja selama 7 hari pak Bupati, mohon beri Kami keadilan” pekik para pendemo.
“Kami minta Bupati Rohul turun tangan atasi masalah ini, Bapak adalah pengayom Kami. Ekonomi lagi sulit Pak, mau makan apa Anak anak Kami. Maka, tolong berikan Kami keadilan dan Solusi Pak Bupati, ” teriak Orator aksi mewakili Seluruh peserta aksi Demo. .
Terpantau, tak berselang lama, Demonstran langsung disambut oleh Wakil Bupati (Wabup) Rohul,H. Syafaruddin Poti,SH.,MM. Setelah berdialog dengan perwakilan atau orator aksi, Wabup menyarankan agar 5 Orang perwakilan pendemo masuk Kantor Bupati untuk diskusi /Mediasi.
Setelah Mediasi, Wabub Rohul menyampaikan bahwa permasalahan yang terjadi di PT. MAN Desa Bangun Jaya sudah mendapatkan kesepakatan ; diantaranya Pihak PT MAN akan membangun jalannya sendiri yang akan dibantu dan dikawal oleh pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohul dalam hal pelepasan lahan agar bebas dari intimidasi dan intervensi dari pihak manapun, termasuk dari pihak Pemdes Bangun Jaya.
Terpisah, Humas PT MAN M.Hafiz mengatakan pasca di semenisasi nya jalan yang dibatasi tonase itu, mengaku bahwa pihak perusahaan mengalami kerugian Rp3 Miliar per harinya.
Setelah mendapatkan jawaban dari Pemkab Rohul, massa aksi sedikit lega dan tenang. Kemudian, Korlap aksi tampak memberikan Komando agar Massa aksi membubarkan diri dengan tertib dan supaya memungut sampah. Terpantau, dari awal hingga akhir aksi berjalan dengan aman, tertib dan lancar (Kondusif) di bawah pengawalan aparat Kepolisian dan SatPol PP Rohul. (TIM BI)














