RESES 1 TAHUN 2017 DPRD KABUPATEN BINTAN H.LAMEN SARIHI,SH.MM DI DESA KELONG KECAMATAN BINTAN PESISIR

Politik708 Dilihat

Bintan,Beritainvestigasi-Reses tersebut dihadiri oleh ketua DPRD Kabupaten Bintan, Sekcam bintan pesisir,Sekdes desa kelong,ketua BPD desa kelong,ibuk-ibuk masyarakat kelong,tenggel dan desa airklubi,sementara dari bapak-bapak masyarakat kelong hanya sekitar 2-3 orang saja yg ikut hadir.
Reses tersebut dilaksanakan di dua kecamatan yaitu kecamatan bintan pesisir dan kecamatan Mantang,tujuan reses tersebut adalah kroscek dan penyampaian proyek aspirasi dewan yang sudah terealisasi maupun yang akan di ajukan saat ini sekaligus mencari dan terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat untuk melihat langsung kebutuhan masyarakat kalangan bawah,dibidang pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
“Lamen Sarihi ,SH.MM beliau adalah Ketua DPRD Kabupaten Bintan saat ini menyampaikan semua aspirasinya yang pernah dia Bantu untuk desa kelong,airklubi,tenggel dan seterusnya di kecamatan bintan pesisir contohnya pelantar beton,taman desa,dan lain-lain tegas lamen sesuai dapil saya yaitu dapil 3 lamen menekankan aspirasi tersebut berasal dari usulan masyarakat itu sendiri dan dari hasil musrenbangdes,ketika usulan musrenbangdes tidak terealisasi maka kami akan bisa menampung dan masuk ke usulan aspirasi kami kata lamen”
“Tarsiem salah satu warga mengusulkan jalan plantar yang pernah diusulkan pada tahun 2015-2016 yang sampai saat ini tidak terealisasi yang terletak di RT 004 sebelah rumah ibuk wati bahkan tarsiem meyalahkan sekcam bintan pesisir yang baru-baru ini dilantik,”pak sekcam tau kalau pelantar kami sudah rusak tapi tak mau di Bantu mencarikan solusinya,malah ketawa dia (sekcam) tercetus dari mulut tarsiem yang terlihat marah saat menyampaikannya” dari beberapa usulan masyarakat semua usulan adalah jalan plantar atau jalan gang.”
“lamen menjawab pertanyaan dari salah satu masyarakat dan meminta gambaran kasarnya atau RAB yang diusulkan oleh masyarakat dan diajukan kepada lamen selaku ketua DPRD Kabupaten bintan,ibuk-ibuk buatkan gambaran kasarnya terus ajukan ke saya kata lamen menyampaikan kepada masyarakat yang mengusulkan tersebut”
“Sudirman selaku ketua RT 001 merasa kecewa dengan kegiatan ini tapi apa nak dikata sudah program pemerintah kami hanya ngikutin saja,saya hanya mempertanyakan usulan-usulan kami yang sudah bertahun-tahun tak pernah terealisasi seperti usulan kami mengenai batu miring, yang sangat dibutuhkan masyarakat namun tak kunjung terealisasi,saya hanya menambahkan tentang pelabuhan bongkar muat yang selama ini menggunakan pelabuhan SMP kami sangat berharap kepada bapak agar bisa mempertimbangkan usulan kami ini, karena selama pelabuhan itu di gunakan sampai saat ini belum ada perawatannya sampai sekarang rusak,kasihan anak sekolah naik disitu takut pelabuhannya roboh dan tak ingin kita terjadi sesuatu hal di kemudian hari tegas sudirman menyampaikan”tak lama kemudian di sambung pertanyaan dan usulan oleh “Saimun selaku ketua BPD desa kelong saya hanya menambahkan saja, usulan mengenai masjid raya kelong terutama mengenai WC,tidak layak digunakan kalau ada acara-acara besar dan transfortasi antar jemput guru-guru SMA kelong yang mana saat ini menggunakan mobil jenazah milik puskesmas kelong,takut salah antar nantinya bukan di antar ke sekolah malah di antar kekuburan hahahahaha,saimun sambil tertawa diiringi dengan beberapa masyarakat juga”
“lamen menyampaikan bahwa Reses ini ada anggarannya atau biayanya seperti makan minum yang disediakan oleh DPRD dan memiliki kapasitas sekitar 20 orang atau peserta anggara tersebut di ambil dari dana dprd itu sendiri,namun reses yang hari ini tanggal 24 januari 2017 pukul 13.30 wib di aula desa kelong yang dihadiri sekitar 120 orang atau masyarakat desa kelong,airklubi,dan tenggel,sementara anggaran yang di tanggung oleh pemerintah melalui dprd kabupaten bintan adalah sekitar 20 oramg atau masyarakat.
“lamen menyampaikan saya tak kasih ibuk-ibuk makan minum tapi saya ganti dengan amplop (uang) saya juga udah koordinasi dengan dispektorat kabupaten bintan karena pesertanya melebihi kapasitas saya pakai anggaran saya sendiri,karena ini masyarakat saya juga imbuh lamen,ibuk-ibuk tenang dapat semua kok gak usah kawatir pengganti uang makan dan minum ya buk tambah lamen sambari tersenyum red.”RAM.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *