oleh

Stok Air Di Batam Menurun , Aktivis Lingkungan : Pemerintah Terlalu Serakah


​Batam – Beritainvestigasi.com. Stok Air di Batam Menurun, kondisi air di waduk Duriangkang berada pada level minus 2,76 meter di bawah spillway. Selasa (03/03/2020).

​Sperti diakui Beny Presiden Direktur ATB pada media Kompas Rabu (19/2/2020),
​saat normal, Dam Duriangkang dapat menampung air baku hingga volume 78.180.000 meter kubik, namun saat ini menyusut hingga -2,76 meter.

​hal itu menandakan, Jikaa debit air berada di angka minus 3 meter di bawah spillway, maka suplai air bagi sekitar 200.000 pelanggan rumah tangga, bisnis dan industri di Kota Batam akan terganggu.

“​Penyebab utamanya adalah Kerusakan ekologi, Pemerintah Terlalu serakah, abai terhadap lingkungan” tutur Nadim di Beritainvestigasi.com.

​Pembangunan yang terus gencar-gencar dibatam seperti penebangan hutan demi penyedian lahan dan investasi menimbulkan keruskan ekosistem tumbuhan dan hewan.

​”Pemerintah harus segera ambil tindakan khsusnya DLH , atau jangan-Jangan setiap perusahan tidak melengkapi AMDAL”, ujar Aktivis Lingkungan yang juga kader HMI.

​AMDAL dinilai sangat penting saat ini, agar Indonesia terhindar dari bencana Alam. Bencana Ekopol(ekonomi politik),Bencana Sosial, dan juga bencana lainya.

​seperti disampaikan dimedia Beritainvestigasi.com.

“​solusinya iyalah Bagaimanah Pemerintah melakukan reboisasi kembali juga penyelarasan tiap pembangunan dengan pendekatan kota hijau atau disebut (Green city Development Program), dan melakukan pemanfatan sumber air Laut melalui Sea Water Reverse Osmosis atau (SWRO), tutur Nadim”.

Sumber : Nadim / Red

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed