TJSL dari PHR, Parit Aman Kecamatan Bangko Launching dan Canangkan Kampung Patin

Riau, Rohil1252 Dilihat

Rohil, Riau – Beritainvestigasi.com.  Bupati Rokan Hilir Afrizal Sintong launching dan Canangkan Kepenghuluan Parit Aman, Rokan Hilir menjadi Kampung Patin. Juga serah terimakan bantuan program tanggung jawab sosial dan lingkungan PT. Pertamina Hulu Rokan (PHR) Wilayah Kerja Rokan.

Acara dilaksanakan pada Kamis, (5/9/2024)  bertempat di Jalan Pusara Kepenghuluan Parit Aman Kecamatan Bangko, Rohil Provinsi Riau.

Bupati Rohil dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada para undangan di Kota Bagansiapiapi, terutama Manager CSR PHR dan rombongan PT. Pertamina Hulu Rokan Wilayah Kerja Rokan serta rombongan dari Fakultas Perikanan dan kelautan UNRI serta para undangan lainnya.

Ibu Kota Rokan Hilir, Bagansiapiapi, memiliki sejarah, dimana dahulu pada masanya kata Afrizal Sintong, Bagansiapiapi merupakan kota penghasil ikan terbesar kedua di Dunia setelah Norwegia.

Namun seiring berjalannya waktu dari tahun ke tahun sumber daya alam itu akan habis jika tidak di budidayakan dan lestarikan. Begitu juga halnya dengan ikan di Bagansiapiapi sekitarnya telah habis, bahkan para nelayan mencari ikan untuk kehidupan sehari-hari saja sudah susah.

” Dalam sejarah masa lampau kota Bagansiapiapi merupakan penghasil ikan terbesar kedua dunia setelah Norwegia, namun sekarang berbeda, mau mencari ikan sudah susah karena berbagai faktor hingga hidup para nelayan pun ikut susah,” kata Bupati.

Lanjutnya, kalau pada zaman dahulu para nelayan pergi ke laut satu hari mendapatkan hasil untuk hidup 1 bulan, namun sekarang pergi ke laut untuk dimakan sendiri saja tidak  ada karena tidak mendapat ikan,” jelasnya .

“Untuk itu, jika saat ini Kabupaten Rokan Hilir menjadi Kabupaten kedua setelah Kabupaten Kampar yang melaunching program Kampung Patin Parit Aman, diharapkan kedepannya para petani dan nelayan budidaya ikan patin ini dapat berkembang,” ujar Bupati.

Tentunya para Camat khususnya Camat Bangko dan para Datuk Penghulu serta Lurah Kecamatan Bangko dan juga  Kecamatan Bangko Pusako dapat melakukan pengawasan dan bimbingan terhadap para kelompok nelayan yang ada.

Terkait SDA Rohil yang melimpah, dikatakan Bupati, dimana dahulu daerah Rohil ini memiliki SDA berupa migas yang di kelola oleh perusahaan Caltex lalu berganti Chevron dan sekarang PT. Pertamina Hulu Rokan. Dimana dahulu SDA migas Rohil bisa menghasilkan 1 juta barel perhari, namun sekarang hanya bisa menghasilkan 60 ribu barel perhari.

Artinya, terang Bupati lagi, Sumber Daya Alam itu lambat Laun akan habis. Untuk itu selagi SDA itu masih ada maka kita harus bisa melestarikan atau menciptakan atau  membudidayakan Sumber daya lainnya yang bisa diperbaharui.

“Dulu Sumber daya alam Rohil dari migas cukup melimpah, bisa  menghasilkan 1 juta barel perhari, namun sekarang hanya bisa menghasilkan sekitar 60 ribu barel saja perhari. Artinya SDA itu lambat Laun akan habis. Begitu juga dengan SDA Rohil dari hasil laut yang dulu melimpah tapi sekarang sulit untuk mencari ikan,” ungkapnya.

Untuk itu, terang Bupati, Rokan Hilir butuh sumber daya manusia yang handal untuk mengelola sumber daya alam yang dapat di perbarui . Dengan SDA yang handal dapat memberikan bimbingan dan pembinaan kepada masyarakat untuk menjadi tenaga yang trampil dan profesional.

“Kita butuh Sumber Daya Manusia yang handal untuk melakukan  pembinaan kepada para nelayan kita dalam budidaya ikan patin sampai mereka menjadi tenaga yang terampil dan profesional. Saya berharap dari Fakultas Perikanan UNRI ini, ada Profesor serta para ahli dibidang perikaan dapat memberdayakan masyarakat Rohil dalam bidang pengembangan budidaya ikan ,” harap Bupati.

Diterangkan Afrizal, saat ini Rohil masih memiliki SDA migas yang dikelola oleh PT.PHR hingga bantuan dana CSR dari PHR dapat kita terima.

“Manfaatkan sebaik mungkin, untuk membina para kelompok nelayan kita ini dalam budidaya ikan patin, dimana pembinaannya juga dibantu melalui Fakultas Perikanan UNRI, “jelas Afrizal.

Kita berharap, bila ikan di laut sudah sulit didapat maka kita harus melakukan budidaya ikan di darat. Namun berdasarkan pengalaman, jika kelompok nelayan ini beternak ikan dengan pakan yang dibeli maka akan merugi karena biaya pakan yang cukup tinggi dan bisa tidak sebanding dengan ikan yang dihasilkan.

“Untuk itu kita berharap, untuk bantuan CSR dari PHR ini juga dapat memberikan bantuan mesin pengolah pakannya juga,” pintanya.

Untuk budidaya ikan harus benar-benar diperhitungkan nilai ekonominya, untuk itu kelompok nelayan ini harus benar benar bekerja secara profesional dalam membudi dayakan ikan ini.

“Jangan di bantu 1 milyar tapi hasilnya hanya 100 juta, itu namanya merugi, tapi kita harus dapat menciptakan bagaimana jika dibantu 1 milyar dapat menghasilkan 10 milyar,” harapnya.

Diakhir pidatonya Bupati Afrizal Sintong juga berpesan, apabila sudah menerima bantuan berupa bibit ikan, pakan ikan serta mesin pakan ikan, kelompok nelayan maupun kelompok UMKM jangan dijual.

Ditempat yang sama, Manager CSR SKK Migas Pertamina Hulu Rokan, Pandjie Galih Panoraga menyampaikan kehadirannya di Bagansiapiapi adalah untuk menyerahkan bantuan berupa alat budidaya, alat tangkap ikan serta alat pengolahan ikan kepada perwakilan masyarakat yang tergabung pada 10 kelompok nelayan.

“Program ini merupakan program tanggung jawab sosial lingkungan perusahaan, di mana salah satu pilarnya itu, pilar ekonomi di mana pihak PHR  menitik beratkan pada UMKM yang meliputi manfaat dari berbagai kalangan, baik itu pemuda, perempuan juga masyarakat tempatan serta masyarakat nelayan,” kata Pandjie.

“Program pemberdayaan masyarakat nelayan dilaksanakan atas kerjasama kita dengan Fakultas Perikanan dan Kelautan UNRI.  Diharapkan program ini tepat sasaran dan sesuai yang diharapkan,” lanjut Pandjie.

“Melihat potensi perikanan di Rohil dahulunya luar biasa namun dibanding sekarang sudah sangat menurun. Untuk itu saya berharap dengan bantuan budidaya ikan patin ini dengan pencanangan kampung patin Parit aman, bisa membangkitkan kembali kejayaan Bagansiapiapi dibidang perikanan,” harapnya.

Yanin Kholison, Kepala Departemen FK Migas Sumbagut mengatakan, kehadirannya di Bagansiapiapi selain ingin tahu Kota sejarah Bagansiapiapi tempat penghasil ikan terbesar kedua didunia juga untuk memastikan kegiatan SKK Migas melalui PHR dalam mendukung program-program pemerintah baik itu program pemerintah di level nasional maupun di level Kabupaten.

Hal senada juga disampaikan Perwakilan Kepala SKK Migas Sumbagut, Yanin Kholison yang menjabat sebagai Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagut.

Dimana  program-program Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dalam wujud program pengembangan masyarakat melalui CSR. Karena PHR  sudah melapor kepada SKK Migas dalam hal program kegiatan dengan pendampingan dari UNRI.

“Dalam pengembangan program pemberdayaan masyarakat ini, PHR menggandeng pihak UNRI untuk memanfaatkan keilmuan di bidang perikanan dan bidang kelautan,”ujar Yanin.

“Karena PHR fokusnya pada bidang Migas sehingga dia tidak bisa melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat sendiri. itulah kenapa  PHR menggandeng UNRI,” terang Yanin Kholison lagi.

Kegiatan ini kata Yanin memang diarahkan untuk masyarakat di sekitar wilayah operasi Migas, sehingga nantinya dapat membantu masyarakat melalui program program agar sama-sama maju.

Hal tersebut semuanya tidak terlepas dari peran serta arahan maupun bimbingan dari Bupati Rokan Hilir yang terus  berkoordinasi dan berkolaborasi dengan pihak PHR sehingga kegiatan-kegiatan ini sesuai dan bermanfaat untuk masyarakat Rokan Hilir.

Sementara itu, Koordinator program pemberdayaan nelayan dari Fakultas Perikanan dan Kelautan UNRI, Dr.Ir. Deni Evizon, M.Sc bersama Dekan Fak. Perikanan dan kelautan UNRI, Prof. Dr. Ir,  Rifardi, MA  menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Rohil atas kepelulian nya kepada warga Rohil.

“Terima kasih yang sedalam-dalamnya kami ucapkan kepada Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, karena melalui Bupati Rohil dan PHR SKK Migas Sumbagut program pemberdayaan perikanan ini dapat berjalan,” ujarnya.

Sementara Perwakilan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau, Prof Ripardi juga menyampaikan, siap mewakafkan para ahlinya untuk mengembangkan sektor Perikanan dan kelautan di Rokan Hilir.

“Terima kasih atas kepedulian SKK Migas,  mudah-mudahan yang kita lakukan ini memberikan dampak terbaik bagi masyarakat. Dan kepada Bupati, kami dari Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau, siap mewakafkan para ahli untuk mengembangkan sektor Perikanan dan kelautan di Rokan Hilir,” kata Prof Ripardi.


Catatan : Redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dengan menggunakan Hak Jawab sebagaimana diatur dalam UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *