
Saat mediasi penyampaian klarifikasi bertempat di ruang Kasat Lantas Polres Kayong Utara
Kayong Utara, Kalbar – Beritainvestigasi.com Postingan soal timbun “Tanah Kuning” menuai protes para penggiat dan Komunitas Supir, Juminggu sampaikan klarifikasi serta mengundang Dinas PUPR Kayong Utara. Rabu (5/6/2024).
Bermuara dari postingan Juminggu di Akun Facebook Ijul kku yang mempersoalkan timbunan mengunakan tanah kuning, menimbukak reaksi serta banyak menuai protes para supir yang tergabung di Sahabat Truk Borneo ( STB) kayong Utara yang di ketuai oleh ZULFANI.
“Awal nya saya tidak tahu dan tidak bertanya siapa yang melakukan penimbunan tanah kuning menampal sayap jembatan, tepatnya di desa Pampang Harapan. Emang terlihat rusak parah, lobang nya dalam sangat menghambat perekonomian warga yang setiap hari nya melintas di jalan yang berstatus Jalan Provinsi Kalimantan Barat,”terang Juminggu.
Lanjut dijelaskan Juminggu, bahwa dia tidak mengetahui namun setelah postingan nya viral dan banyak rekan komunitas tidak terima atas tulisan menyebut “Banyak Orang Gila” menimbun jalan menggunakan tanah kuning di musim hujan jelas ini menyulitkan warga yang melintas licin dan berlumpur.
“Tapi secara pribadi saya tidak niat menghujat atau menyerang secara personal atau kelompok kawan-kawan komunitas Sahabat Truk Borneo (STB),
awal nya saya kira itu yang menimbun tanah kuning orang di Pemerintahan yang menggunakan Anggaran Negara di kerjakan secara gotong royong, “jelas pria yang akrab disapa Ijul.
“Hari ini Rabu (5/6/2024) 13:00 wiba saya secara pribadi minta maaf sedalam dalam nya atas kekhilafan saya menulis menyinggung rekan-rekan komunitas serta rekan-rekan di satuan lalu lintas Kayong Utara yang ikut dalam kegiatan sosial tersebut,” ucap Juminggu.
Zulfani ketua Sahabat Truk Borneo (STB) Kayong Utara yang hadir mewakili para anggota nya untuk menyelesaikan permasalah ini dengan Juminggu berharap agar kedepan lebih bijak dan berhati-hati saat memposting.
“Saya berharap kedepannya saudara Juminggu lebih berhati-hati lagi saat memposting sebuah informasi apa lagi ini menyangkut kepentingan orang banyak. Soal timbunan tanah kuning emang pada umum nya musim panas,tapi kita tidak bisa prediksi kondisi cuaca,waktu mulai kegiatan pagi sampai siang emang panas luar biasa pada saat ini, pas sore sampai malam hujan,arti nya alam yang berbicara bukan keinginan kami penggiat sosial, ” kata Zulfani.
Kasat Lantas Polres Kayong Utara, IPTU Asep yang turut hadir sempat berkoordinasi dengan pihak BINA Marga PUPR Kayong Utara yang di undang juga melalui sambungan WhatsApp hadir dalam pembahasan klarifikasi di antara saudara Juminggu dengan rekan komunitas STB.
Di sela sela waktu IPTU asep juga mengajak kerjasama jika ada kegiatan gotong royong penimbunan jalan berlobang di kayong utara.
“Setidak nya pihak kami dan komunitas mengadakan material dan tenaga dari dinas PU sendiri membantu alat berat seperti stomb dan excavator, arti nya ada standar kualitas meskipun itu sifat nya gotong royong, ” kata IPTU Asep.
Koordinasi tersebut disambut baik oleh pihak yang mewakili Pemda Kayong Utara dua orang yang di tugaskan hadir di acara tersebut.
“Kami akan melaporkan ke pimpinan Kepala Dinas PUPR hasil dari koordinasi atau kerjasama kedepan nya dengan rekan-rekan komunitas serta Satlantas Polres Kayong Utara,”tutup Nopi Suhendra yang mewakili Kepala Dinas PU.
Vr
Sumber: Juminggu















