
Kondisi jalan yang butuh perhatian terdapat lobang dan lumpur sepanjang 2 Km
Kayong Utara, Kalbar – Beritainvestigasi.com Desa Durian Sebatang Kecamtan Seponti, Kabupaten Kayong Utara, Kalbar, adalah salah satu Desa yang punya Aset dan PADes besar, namun sayang kesejahteraan masyarakatnya terabaikan.
Banyaknya keluhan masyarakat terhadap pembangunan serta lapangan pekerjaan menjadi nyanyian penghibur belaka, seolah tidak pernah terdengar bahkan terkesan diabaikan. Hal itu diungkapkan oleh beberapa warga setempat kepada awak media ini.
Seorang Pemuda Desa merasa prihatin dengan kondisi infrastruktur jalan yang ada di Desa nya yang seolah tidak ada pengurusnya, tidak ada perhatian dari Pemerintah, khususnya Pemerintah Desa.
” Miris sekali tidak ada perhatian dari Pemerintah, pihak Desa, belum ada tanggapan untuk memperbaiki jalan di desa Durian Sebatang ini. Entah apa penyebab sehingga semua usulan masyarakat tidak digubris.? Dengan kondisi jalan seperti ini, “ungkap Pemuda yang minta namanya tidak ditulis. Jumat(28/06/2024).
Menurutnya, dengan kondisi jalan yang rusak berat, aktivitas, perekonomian warga jadi terhambat.
” Jalan ini merupakan akses utama warga, dengan kondisi jalan seperti ini, semua aktivitas jadi terhambat, perekonomian warga juga jadi terhambat, sehingga memicu kenaikan harga barang karena biaya operasional yang tinggi, “kata nya.
Ketua RT 07 juga menuturkan hal yang sama, bahwa sudah seringkali mengusulkan ke Desa tapi belum ada jawaban dan realisaai nya.
” Kita untuk ke sana kemari sangat susah, sudah seringkali diajukan tapi ya begitu saja, tidak ada respon, “tutur pak RT.
Pak RT berharap ada kebersamaan agar pembangunan bisa secepatnya dilaksanakan.
” Mari kita bersama-sama untuk kebaikan, “kata RT berharap.
Di tempat yang sama Udin warga Durian Sebatang, meminta adanya tanggungjawab pihak Desa terhadap kondisi jalan yang sudah bertahun tahun di biarkan tanpa ada kepedulian.
” Harapan kami selaku warga, ada tanggungjawab dari pihak Desa, ini jalan sudah bertahun tahun seperti ini, “gumam Udin.
Tinjauan media dilapangan, khusunya di Dusun Sumber Jaya dan Sumber Baru yang padat penduduknya sepanjang jalan terdapat lobang berlumpur, untuk warga agar bisa lewat diatas lobang dilapisi papan atau kayu, namun untuk kendaraan roda empat tidak bisa melewati jalan tersebut.
Sekretaris BPD Desa Durian Sebatang, Heri Irawan mengatakan; sudah lama warga mengeluhkan perihal jalan tersebut, karna jalan itu sebagai mobilitas kegiatan keseharian warga seperti akses ke sekolahan, ke tempat ibadah juga akses ke pelabuhan umum mulai dari pesepeda motor sampai pejalan kaki.
“Artinya jalan itu penting sekali diperbaiki untuk memudahkan warge dalam beraktifitas untuk menunjang kebutuhan sehari hari pak, “terang Heri dikonfirmasi via WhatsApp Sabtu (29/06/2024).
Heri menegaskan, perlu nya perhatian khusus karna sangat urgent lalu lintas masyrakat setiap hari.
“Kalau dari internal BPD kami mau adekan rapat internal dl. Kalau pemerintahan desa sejauh ini belum ade komfirmasi. Karna kemarin sy ada dengar ada dari salah satu tokoh masyrakat yg mengajukan perbaikan/penimbunan jalan ke PT. KAP mintak tanah latrit. Tpi kelanjutannya blm tau masih kite tnykan lagi pak, “tegas Heri.

Kepala Dusun Sumber Baru dikonfirmasi menjelaskan, bahwa pihaknya sudah mengajukan proposal ke PT. KAP sudah sejak setahun lalu, namun hingga saat ini belum ada realisasinya.
” Sudah ada kita ajukan Proposal ke PT. KAP, namun belum ada tanggapan, ” jelas Kadus yang disapa Osok Denak.
Denak juga menjelaskan bahwa terkait jalan juga sudah diajukan melalui musrenbagdes, namun juga belum ada realisasi nya.
” Sudah kita ajukan juga melalui Musrenbang, sampai saat ini juga belum ada realisasi, tinggal menunggu kelanjutan dari Pemerintah Desa(Kepala Desa), ke Dewan juga sudah di ajukan tapi tak ada tanggapan. Kita berharap agar bisa segera diperbaiki karena sudah sangat memprihatinkan, ada sekitar 2 Kilometer panjang nya di dua Dusun ini, “harap Denak.
Sebelumnya Kontributor Media ini pernah konfirmasi kepada Kepala Desa, Sucipto mengatakan bersedia untuk menimbun jalan yang dimaksud, namun dengan syarat warga harus menyetujui Bukit Mandi Punai untuk di kelola oleh Perusahaan. Yang materialnya juga akan digunakan sebagai penimbunan jalan milik PT. Mayawana Persada.
Akan tetapi warga mempertahankan Bukit tersebut, dengan beberapa alasan yang kuat, karena di Bukit itu satu-satunya tempat yang menjadi sumber air bersih dan di atas bukit tersebut adalah tempat yang dikeramatkan yang dijaga kelestariannya serta bernilai sejarah(ada situs sejarah).
Catatan: Desa Durian sebatang, Kecamatan Seponti, Kabupaten Kayong Utara, Kalbar berada di antara 2 Perusahaan, yakni; Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit, PT. Kalimantan Agro Pusaka (PT.KAP) dan PT. Mayawana Persada (PT. MP) yang bergerak di bidang Hutan Tanaman Industri (HTI).
Kemudian Durian Sebatang memiliki aset Tanah Kas Desa (TKD) seluas lebih kurang 20 Hektare yang sudah ditanami sawit, namun menurut warga hasil dari kebun TKD tersebut belum ada kejelasan meski sudah sering dipertanyakan.
Anehnya TKD hanya diperuntukan kepada 2 Dusun(Monodadi dan Punai Jaya) yang konon dihuni oleh warga Transmigrasi, sedangkan si 2 Dusun (Sumber Baru dan Sumber Jaya) merupakan penduduk asli tidak kebagian dari TKD.
Hingga berita ini sampai ke Meja redaksi belum ada konfirmasi dari pihak Kepala Desa, dan tim media masih berupaya menghubungi pihak terkait baik Kepala Desa maupun pihak Perusahaan.
Suby/Red













