oleh

Bermodus Pengobatan, Seorang Gadis Jadi Korban Pemerkosaan

Kasat Reskrim, AKP David Dino Sipahutar, S.H, menunjukan alat bukti

Singkawang, Kalbar – Beritainvestigasi.com. Serang gadis (20 thn) diduga menjadi korban pencabulan yang bermodus Pengobatan, hal itu diungkapkan Kapolres Singkawang, AKBP Prasetiyo Adhi Wibowo, S.I.K, M.H, melalui Kasat Reskrim, AKP David Dino Sipahutar, S.H.

Atas kejadian itu, Unit PPA Satreskrim Polresta Singkawang mengamankan seorang pria berinisial LJ alias AL, lantaran diduga sebagai pelaku pencabulan.

” Kejadian pemerkosaan tersebut dilakukan oleh AL di sebuah penginapan yang beralamat di Kelurahan Roban pada Jumat (06/08/2021) sekitar pukul 09.00 WIB,” ungkap Kasat Reskrim Polres Singkawang, melalui sambungan WhatsApp Selasa (31/08/2021).

David menuturkan, kejadian pencabulan tersebut berawal dari korban yang hendak berobat karena mengalami sakit pada bagian perut.

Sebelumnya korban mendapat informasi bahwa pelaku AL bisa mengobati orang sakit, yang kemudian korban berinisiatif dan melakukan komunikasi.

” Dari hasil komunikasi korban dengan LJ alias AL, pelaku mengaku bisa mengobati penyakit yang diderita oleh korban,” tutur David.

Kemudian, antara pelaku dan korban membuat janji untuk bertemu di suatu tempat di salah satu Penginapan.

” Di tempat Penginapan itulah tersangka melakukan pemerkosaan terhadap korban,” jelasnya.

Karena tidak pernah mengalami hal serupa Korban sangat terkejut.

” Akan tetapi, dengan segala bujuk rayu pelaku mampu meyakinkan korban kalau dia bisa mengobati, sehingga korban mau tidak mau harus mengikuti arahan pelaku,” ujar David.

Dari keterangan David, antara pelaku dan korban tidak memiliki hubungan yang khusus.

” Menurut pengakuan tersangka, kejadian pemerkosaan itu baru yang pertama kalinya dilakukan. Namun kita akan terus mendalami dan menggali keterangan dari tersangka, karena dikhawatirkan masih ada korban-korban lainnya yang dilakukan oleh tersangka,” kata David lagi.

David mengatakan bahwa kondisi korban saat ini mengalami trauma.

“Sehingga perlu dilakukan pendampingan dari Dinas Sosial untuk memulihkan kondisi psikologi korban,” pungkasnya.

Atas perbuatannya, pelaku disangkakan melanggar Pasal 285 dan atau Pasal 290 ke-1 KUHPidana dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.  (Vr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed